Kematian akibat Non-communicable disease (NCDs) diproyeksikan meningkat 15% secara global antara tahun 2010 dan 2020, hingga mencapai 44 juta kematian. Salah satunya adalah Kanker, dimana WHO (2010) memperkirakan akan terjadi kenaikan kasus kanker sebesar 20% di dunia pada tahun 2020 hingga 2030. Penyakit kanker yang berbahaya saat ini timbul dikarenakan pola hidup yang kurang sehat, maka diperlukan tinjaun pola hidup sehat. Akibatnya terjadi kanker, salah satunya adalah kanker lambung. Khususnya di Indonesia, kanker lambung memiliki tingkat mortalitas yang cukup signifikan sebesar 780.000 jiwa sampai tahun 2010.

Kanker lambung adalah jenis kanker atau karsinoma yang terjadi di organ lambung (Gastric), yaitu organ di dalam rongga perut manusia yang menjadi salah satu bagian dari sistem pencernaan. Penyakit ini dapat diidap oleh orang-orang pada segala usia, meski sebagian besar penderitanya berusia 55 tahun ke atas.

Penyebab kanker lambung masih belum dapat diketahui secara pasti. Namun secara umum, kanker terjadi ketika sel-sel pada bagian tertentu di lambung berkembang secara tidak terkendali (mutasi pada gen). Selain itu, banyak faktor dari pola hidup yang kurang sehat dapat menyebabkan terjadinya kanker pada lambung, seperti sering minum alkohol dengan kadar yang tinggi, serta makanan yang terlalu banyak ataupun sedikit dengan nutrisi yang kurang. Namun, akhir-akhir ini, terdapat beberapa artikel mengenai kanker lambung yang disebabkan oleh makanan panas atau dingin.

Mari kita cari tau, apa benar makanan panas atau dingin sebabkan kanker lambung?

Pertama, kita bahas teori terjadi nya kanker lambung. Menurut beberapa literatur dan penelitian terdahulu menyebutkan bahwa terjadinya kanker lambung diakibatkan terjadi iritasi secara terus menerus dilambung yang menyebabkan kerusakan kronik pada lambung yang berujung pada kanker. Kemudian ada mutase secara internal dari jaringan lambung yang menyebabkan kanker. Salah satu, teori diatas mendukung terjadinya kanker lambung karena iritasi yang disebabkan oleh makanan yang terlalu panas atau dingin.

Beberapa penelitian yang telah dilakukan, untuk membahas hubungan antara makanan terlalu panas atau dingin menyebabkan kanker lambung masih sedikit. Berdasarkan hasil penelitian Monserrat dkk (2012), bahwa dari 162 individu di Mexico dalam penelitiannya yang mengalami kanker lambung akibat konsumsi makanan panas atau dingin sebesar 10%, dikarenakan makanan tersebut sering dikonsumsi. Sedangkan, 90% hasil yang lain menyatakan bahwa kurang ada hubungan antara konsumsi makanan terlalu panas atau dingin dengan kejadian kanker lambung.

Sedangkan berdasarkan penelitian Palli D dan Sumathi B menyatakan bahwa makanan terlalu panas atau dingin tidak banyak mempengaruhi terjadinya kanker lambung. Namun sebaliknya, apabila terlalu sering mengkonsumsi makanan terlalu panas atau dingin menyebabkan iritasi pada lambung yang berakibat pada kanker. Dengan demikian diperlukan kesadaran untuk mengatur pola makan agar dapat mencegah terjadinya kanker lambung ini.

Semoga bermanfaat ~

Daftar Pustaka

Alodokter. 2014. Kenker Lambung. Tersedia pada http://www.alodokter.com/kanker-lambung, diakses tanggal 18 Novermber 2016

Palli D. 1996. Epidemiology of Gastric Cancer. Ann Ist Super Sanita. 32(1):85-99.

Sumathi B1, Ramalingam S, Navaneethan U, Jayanthi V. 2009. Risk factors for gastric cancer in South India. Singapore Med J. 50(2):147-51.

Monserrat Verdalet-Olmedo, Clara Luz Sampieri, Jaime Morales-Romero, Hilda Montero-L de Guevara, Álvaro Manuel Machorro-Castaño, and Kenneth León-Córdoba. 2012. Omission of breakfast and risk of gastric cancer in Mexico. World J Gastrointest Oncol. 4(11): 223–229.

0