Penggunaan Deodoran Menyebabkan Kanker Payudara?

Penggunaan Deodoran Menyebabkan Kanker Payudara?

Penulis : Ni Kadek Wanda Pebriana

deodoran-kompak-fk-unud
Source : femile.com

Kanker payudara merupakan jenis penyakit kanker yang  paling  sering  ditemukan  pada  perempuan dan merupakan penyebab kematian utama akibat kanker pada perempuan. Data Riskesdas 2018 menyatakan  bahwa  prevalensi  kanker  payudara mencapai  1,79  per  1.000  penduduk,  naik  dari 2013 yaitu 1,4/1.000 penduduk. Sementara itu, berdasarkan data dari GLOBOCAN pada tahun 2018, terdapat 2.089 juta kasus baru dengan angka kematian sebanyak 2.089 juta kasus di dunia. Mitos terkait kanker payudara yang berkembang di masyarakat cukup beragam, salah satunya adalah tentang deodoran yang menyebabkan kanker payudara. Kondisi ini semakin menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Menyikapi hal tersebut masyarakat hendaknya menelaah informasi yang beredar dan tidak mudah percaya dengan beredarnya berbagai informasi yang belum tentu kebenarannya. 4-6

Selain kosmetik untuk wajah, penggunaan deodoran untuk mengatasi bau badan juga menjadi perhatian penting masyarakat, khususnya bagi kalangan remaja.   Deodoran merupakan salah satu produk perawatan diri yang digunakan secara topikal pada permukaan kulit ketiak. Penggunaan produk ini berfungsi untuk mengurangi bau badan, mengurangi keringat, hingga mencerahkan kulit ketiak. Deodoran umumnya memiliki kandungan antiseptik dengan khasiat utama untuk mengatasi pertumbuhan kuman akibat keringat berlebih yang menimbulkan bau badan. Belakangan ini muncul beberapa isu yang mengatakan bahwa penggunaan deodoran dapat  menjadi penyebab timbulnya kanker payudara. Bagaimana isu tersebut bisa bermunculan?2

Deodoran termasuk dalam antiperspirant, hal ini dikarenakan kandungan garam aluminium yang bersifat antibakteri yang mampu mengurangi frekuensi keringat pada area ketiak. Kandungan garam aluminium tersebut jika digunakan dalam kadar yang berlebihan dapat menimbulkan efek negatif. Bahan aktif garam aluminium  yang terkandung di dalam deodorant dan antiperspirant masih aman digunakan apabila tidak melebihi batas normal yang direkomendasikan. Menurut BPOM adapun batas kandungan aluminium pada produk deodorant yakni 20%.  Untuk itulah diperlukan data ilmiah yang mampu memberikan kebenaran terkait dengan kandungan aluminium pada deodorant yang memicu kanker payudara. 2-3

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Fajri et al. pada tahun 2019 mengenai analisis kadar garam aluminium pada beberapa merk deodorant stick, diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa kandungan aluminium pada produk deodorant stick memenuhi persyaratan BPOM sehingga aman digunakan serta tidak menunjukkan adanya korelasi dengan peningkatan kasus kanker payudara. Selain itu penelitian yang dilakukan oleh Allam pada tahun 2015, menunjukkan tidak adanya hubungan antara penggunaan deodoran dengan resiko terjadinya kanker payudara. Namun, fakta yang ditemukan, bahwa kanker payudara bisa terjadi akibat beberapa faktor yang saling berkaitan, yakni pola  makan,  makanan-minuman  instan  yang berpengawet seperti fast food,  faktor  keturunan, serta perilaku  hidup tidak sehat (tidak seimbang). Hendaknya dalam menyikapi berbagai informasi yang bermunculan diperlukan peninjauan lebih lanjut terkait dengan kebenaran informasi yang beredar, agar tidak menimbulkan kepanikan berlebihan serta dapat melakukan tindakan pencegahan terhadap suatu penyakit dengan benar. 1-2

Daftar Pustaka

  1. Allam M. Breast Cancer And Deodorants/ Antiperspirants: A Systematic Review. [Internet]. Cent Eur J Public Health. 2016. [cited 21 October 2021]. Available from: http://dx.doi.org/10.21101/cejph.a4475
  2. Fajri K., Susilawati F., Artanti L. Analisis Kadar Garam Aluminium Pada Beberapa Merek Deodorant Stick Dengan Metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy (2019). 
  3. National Cancer Institute. Antiperspirants/Deodorants and Breast Cancer. [Internet]. https://www.cancer.gov/. 2016. [cited 18 October 2021]. Available from:  https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/myths/antiperspirants-fact-sheet
  4. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. Beban Kanker di Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2019.
  5. Rawe. Formulasi Sediaan Deodoran Ekstrak Daun Botto’- Botto’ (Chromolaena Odorata L) Dalam Bentuk Stik Dan Uji Efektivitas Penghambatannya Terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis. 2016. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar
  6. Triatnawati A., Atik Triratnawati & Dewi Novyantari D. Penelitian Mitos dan Pengetahuan Masyarakat Desa Tentang Kanker Payudara. Jurnal Kesehatan Reproduksi. 2020 Des 7;3:151-156.