Benarkah Minuman Dingin dapat Menyebabkan Kanker?

Banyak berita di masyarakat yang mengklaim bahwa meminum air dingin setelah makan dapat menyebabkan berbagai permasalahan kesehatan. Klaim yang beredar menyatakan bahwa suhu yang dingin tersebut akan membekukan makanan berminyak yang dikonsumsi. Massa padat yang dihasilkan kemudian akan bereaksi dengan asam lambung, menyebabkan peningkatan produksi lemak yang dapat diserap lebih banyak oleh usus. Selanjutnya, dikatakan bahwa sisa dari lemak yang tidak terabsorpsi kemudian terakumulasi pada dinding usus yang kemudian dapat menyebabkan kanker lambung atau kanker kolorektal.1 Apakah klaim tersebut benar? Mungkinkah terdapat dasar ilmiah dari berita-berita tersebut?

Penumpukan lemak tentunya memang dapat memberikan efek negatif terhadap perkembangan kanker, penyakit kardiovaskular, dan kelainan pada hati. Akan tetapi, peran air dingin dalam proses ini tentunya sangat diragukan. Saat tubuh mengonsumsi minuman yang panas ataupun dingin, terdapat mekanisme di dalam saluran pencernaan yang menetralkan suhu cairan tersebut sesuai dengan temperatur tubuh. Kondisi lambung yang sangat asam juga tidak memungkinkan terbentuknya massa padat apapun karena reaksi yang memecah seluruh makanan menjadi suatu cairan kental sebelum mencapai usus halus. Selain itu, penggumpalan dan pembentukan plak lemak memang terjadi, tetapi pada dinding pembuluh darah dan bukan pada saluran pencernaan sendiri.1

Meskipun demikian, terdapat beberapa jenis minuman dingin tertentu yang terbukti meningkatkan risiko terkena kanker. Berbagai studi telah menemukan bahwa konsumsi minuman yang banyak mengandung gula seperti soda, jus buah, minuman energi, teh manis, dan minuman lainnya yang ditambahkan pemanis buatan dapat menyebabkan penyakit-penyakit serius, antara lain obesitas, diabetes, dan beberapa jenis kanker.2

Penelitian-penelitian terbaru oleh Cancer Council Victoria bersama University of Melbourne, serta suatu tim peneliti di Perancis, menemukan bahwa konsumsi reguler dari minuman-minuman bergula dapat meningkatkan risiko kanker. Ditemukan bahwa terdapat beberapa jenis kanker yang berhubungan dengan obesitas dan konsumsi gula berlebih, yaitu kanker hati, prostat, ovarium, empedu, ginjal, kolorektal, esofagus, mulut, faring dan laring, pankreas, endometrium, kardia lambung (bagian lambung yang menerima makanan dari esofagus), serta kanker payudara post-menopause.3,4,5,6

Penjelasan yang mungkin untuk temuan ini adalah efek gula pada minuman-minuman tersebut terhadap lemak visceral (lemak yang berada di sekitar organ-organ penting seperti hati dan pankreas), gula darah, serta peradangan, yang berhubungan dengan risiko terjadinya kanker. Jumlah gula yang tinggi yang tidak terpakai oleh tubuh dapat menyebabkan peningkatan gula darah dan terjadinya hiperinsulinemia, peningkatan dari produksi insulin oleh pankreas. Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya peradangan yang kemudian dapat berkembang menjadi kanker.5,6

Oleh karena itu, sangatlah penting untuk mengurangi asupan minuman dingin yang mengandung banyak gula demi menjaga kesehatan dan menurunkan risiko terjadinya kanker. Dibandingkan dengan mengurangi air dingin yang tidak terbukti mempengaruhi risiko tersebut, terdapat beberapa langkah lain yang dapat diaplikasikan agar fungsi tubuh dapat bekerja dengan optimal dan dapat melindungi terhadap kanker, antara lain:1

  • Menghentikan kebiasaan merokok, menghindari berada di sekitar orang yang merokok (second-hand smoking)
  • Mengurangi konsumsi alkohol
  • Menggunakan sunscreen ataupun pelindung lainnya apabila terpapar sinar matahari
  • Diet yang seimbang, mengurangi konsumsi daging merah
  • Melakukan olahraga secara teratur
  • Melakukan skrining kanker rutin sesuai rekomendasi

REFERENSI

  1. Fayed, L. Debunking the Cancer Myth That Cold Water Can Cause Cancer [Internet]. Verywell Health. 2020 [cited 12 April 2021]. Available from: https://www.verywellhealth.com/does-drinking-cold-water-cause-cancer-513631
  2. Semedo, D. Young Cervical Cancer Survivors Among Those Consuming More Sugar-Sweetened Drinks [Internet]. Cervical Cancer News. 2016 [cited 12 April 2021]. Available from: https://cervicalcancernews.com/2016/10/05/research-provides-new-information-cancer-sugar-sweetened-beverages-link/
  3. One soft drink a day could increase your risk of cancer [Internet]. Cancer Council Victoria. 2019 [cited 12 April 2021]. Available from: https://www.cancervic.org.au/about/stories/soft-drink-increase-cancer-risk.html
  4. New evidence: Sugary soft drinks could increase cancer risk, no matter your weight [Internet]. Cancer Council Victoria. 2018 [cited 12 April 2021]. Available from: https://www.cancervic.org.au/about/media-releases/2018-media-releases/february-2018/sugary-soft-drinks-could-increase-cancer-risk-no-matter-your-weight.html
  5. Chazelas, E., Srour, B., Desmetz, E., Kesse-Guyot, E., Julia, C., Deschamps, V., Druesne-Pecollo, N., Galan, P., Hercberg, S., Latino-Martel, P., Deschasaux, M., Touvier, M. Sugary drink consumption and risk of cancer: results from NutriNet-Santé prospective cohortBMJ, 2019; l2408 DOI: 10.1136/bmj.l2408

 

  1. See, H. Does Sugar Cause Cancer? What’s the link? | Parkway Cancer Centre Singapore [Internet]. Parkway Cancer. 2020 [cited 12 April 2021]. Available from: https://www.parkwaycancercentre.com/sg/news-events/news-articles/news-articles-details/does-sugar-cause-cancer-whats-the-link