Apakah Penggunaan Feminine Wash Dapat Mencegah Terjadinya Kanker Serviks?

Feminine Wash

Di seluruh dunia, wanita menggunakan berbagai produk intimate hygiene (produk perawatan untuk daerah kewanitaan) sebagai bagian dari rutinitas pembersihan harian mereka. Penggunaan produk ini dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk preferensi pribadi, norma budaya, ataupun anjuran dari profesional kesehatan. Salah satu produk intimate hygiene yang sering digunakan adalah feminine wash.

Feminine wash merupakan suatu sediaan pembersih daerah kewanitaan berbentuk cair, dibuat menggunakan bahan-bahan dasar yang tidak menimbulkan iritasi pada daerah tersebut. Produk ini juga memiliki pH yang sesuai dengan daerah kewanitaan yaitu sekitar 3,8-4,5 pada orang dewasa. Hal tersebut bertujuan untuk mempertahankan bakteri baik serta melindungi daerah kewanitaan dari berbagai macam infeksi akibat jamur maupun bakteri patogen.1–3 Namun apakah penggunaan feminine wash dapat mencegah terjadinya kanker serviks?

Kanker Serviks

Kanker serviks merupakan keganasan pada leher rahim yang biasanya disebabkan oleh infeksi HPV (Human papillomavirus). Virus jenis ini dapat menginfeksi sel-sel yang ada di permukaan kulit, alat kelamin, anus, serta mulut dan tenggorokan. Infeksi HPV ditularkan melalui kontak langsung dari kulit-ke-kulit ataupun kulit-ke-mukosa (lapisam kulit bagian dalam). Penggunaan feminine wash tidak dapat mencegah terjadinya kanker serviks dikarenakan hanya dapat digunakan pada daerah luar saja dan kandungannya pun hanya bekerja pada bakteri dan jamur. Salah satu penelitian invitro (di luar organisme) menyebutkan bahwa kandungan yang bekerja efektif pada virus HPV diantaranya ada ethanol, isopropanol, glutaraldehyde (GTA), serta ortho-phthalaldehyde (OPA). Kandungan tersebut bekerja efektif dengan waktu dan konsentrasi yang berbeda-beda, namun sayangnya kandungan tersebut tidak disarankan untuk digunakan di daerah kewanitaan terutama dengan konsentrasi tinggi karena dapat menyebabkan terjadinya iritasi.4,5

Beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks selain paparan dari HPV adalah aktivitas seksual pada usia muda, berhubungan seksual dengan partner yang berbeda-beda, merokok, keadaan sosial ekonomi yang rendah, pemakaian kontrasepsi oral seperti pil KB, penyakit menular seksual, hingga gangguan pada imunitas.6

Untuk membantu mencegah terjadinya kanker serviks, ASCO (American Society of Clinical Oncology) merekomendasikan anak perempuan maupun laki-laki untuk menerima vaksinasi HPV. Vaksin ini dapat diperoleh ketika anak berusia 9-14 tahun dengan pemberian sebanyak dua kali dengan jarak pemberian 6-12 bulan antar vaksin. Remaja ataupun orang dewasa dengan usai 15 tahun hingga 26 tahun yang belum pernah menerima vaksin HPV juga dapat melakukan vaksinasi. Pada remaja dan orang dewasa, vaksin HPV perlu diberikan sebanyak 3 kali. Vaksin kedua diberikan setelah 1–2 bulan vaksin pertama, kemudian vaksin ketiga diberikan setelah 6 bulan vaksin kedua.7–9 Selain itu hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kanker serviks adalah rutin melakukan pap smear, tidak merokok, tidak bergonta-ganti pasangan, serta menggunakan pengaman saat berhubungan seksual.

 

Referensi

  1. Rahmi, I. W., Nurhikma, E., Badia, E. & Ifaya, M. Formulasi Sabun Pembersih Kewanitaan (Feminime Hygiene) dari Ekstrak Kulit Buah Durian (Durio zibethinus Murray). J. Mandala Pharmacon Indones. 3, 80–89 (2017).
  2. Chen, Y., Bruning, E., Rubino, J. & Eder, S. E. Role of female intimate hygiene in vulvovaginal health: Global hygiene practices and product usage. Women’s Heal. 13, 58–67 (2017).
  3. Fashemi, B., Delaney, M. L., Onderdonk, A. B. & Fichorova, R. N. Effects of feminine hygiene products on the vaginal mucosal biome. Microb. Ecol. Heal. Dis. 24, (2013).
  4. Meyers, J., Ryndock, E., Conway, M. J., Meyers, C. & Robison, R. Susceptibility of high-risk human papillomavirus type 16 to clinical disinfectants. J. Antimicrob. Chemother. 69, 1546–1550 (2014).
  5. Betancourt, W. Part Three. Specific Excreted Pathogens: Environmental and Epidemiology Aspects Cryptosporidium Spp. Glob. Water Pathog. Proj. 3, 1–50 (2019).
  6. Pereira, D. & Garey, S. L. Cancer, Cervical. in Encyclopedia of Behavioral Medicine 350–351 (Springer International Publishing, 2020). doi:10.1007/978-3-030-39903-0_157.
  7. Safaeian, M. et al. Durability of Protection Afforded by Fewer Doses of the HPV16/18 Vaccine: The CVT Trial. J. Natl. Cancer Inst. 110, (2018).
  8. Human Papillomavirus (HPV) Vaccines – National Cancer Institute. https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/infectious-agents/hpv-vaccine-fact-sheet.
  9. Cervical Cancer: Screening and Prevention | Cancer.Net. https://www.cancer.net/cancer-types/cervical-cancer/screening-and-prevention.