Apakah Mewarnai Rambut Dapat Menyebabkan Kanker?

Mewarnai rambut merupakan hal yang biasa dilakukan oleh orang dewasa, remaja, bahkan anak-anak agar tampil lebih menarik dan percaya diri. Meski membuat penampilan lebih percaya diri, mewarnai rambut tentunya memiliki efek samping tersendiri, apakah kanker merupakan salah satunya?

Pewarna rambut saat ini beraneka ragam jenis serta harganya, namun perlu diperhatikan bahwa pewarna rambut yang dijual bebas tentunya mengandung zat yang membahayakan rambut maupun kesehatan untuk jangka panjang. Zat yang paling sering ada pada pewarna rambut adalah Para-phenylendiamine (PPD) dan Hidrogen Peroksida (H2O2).   Kedua zat ini sebenarnya tidak dilarang namun berbahaya jika digunakan dalam jangka panjang. Kandungan hidrogen peroksida dapat menyebabkan batang rambut lemah sehingga membuat rambut bercabang, rontok, patah, dan kering. Sedangkan penggunaan Para-phenylendiamine yang terlapisi di kulit dapat menyebabkan timbulnya reaksi alergi, tumor, maupun beberapa gangguan kesehatan lainnya.(1)

Salah satu peneliti telah mempelajari kemungkinan hubungan antara pewarna rambut dan kanker untuk waktu yang lama, tetapi hasilnya tidak konsisten, seperti yang dikatakan oleh Alexandra White, Ph.D., kepala NIEHS Environment and Cancer Epidemiology Group. Dalam penelitian tersebut, mereka melihat risiko kanker payudara yang lebih tinggi terkait dengan penggunaan pewarna rambut, dan efeknya lebih kuat pada wanita Afrika-Amerika, terutama mereka yang sering menggunakannya.(2)

Penelitian lain juga menunjukkan hubungan antara bahan kimia dalam pewarna rambut tertentu dan kanker, tetapi mereka tidak dapat membuktikan bahwa pewarna rambut yang menjadi penyebabnya. Risikonya mungkin rendah pada orang yang mewarnai rambutnya dari waktu ke waktu jika dibandingkan dengan orang yang bekerja dengan pewarna rambut sepanjang hari untuk warna yang lebih gelap dan pewarna yang bertahan lebih lama.(3) Hal tersebut terjadi karena beberapa bahan kimia dalam pewarna rambut dapat mengubah atau mempengaruhi tingkat hormon seperti estrogen dalam tubuh. Hormon tersebut dapat mempercepat proses pembelahan sel dan jika tidak terkendali akan dapat memicu pertumbuhan sel kanker.(4) Namun tidak perlu khawatir karena jika dalam proses pengecatan prosedurnya aman, tidak dilakukan terlalu sering, dilakukan oleh tenaga profesional, serta menggunakan pewarna rambut dengan kandungan yang sesuai, maka risiko untuk timbulnya kanker akan menurun. Perlu diketahui juga penyakit seperti kanker tidak bisa disebabkan oleh satu faktor saja, penyakit ini dipengaruhi oleh kombinasi antara faktor genetik, lingkungan, serta perilaku.(5)

Referensi

  1. Ardhany SD, Soraya L. Tingkat Pengetahuan Mahasiswa D-III Farmasi tentang Bahaya Penggunaan Pewarna Rambut dalam Jangka Panjang. J Surya Med. 2017;2(2):49–55.
  2. Eberle CE, Sandler DP, Taylor KW, White AJ. Hair dye and chemical straightener use and breast cancer risk in a large US population of black and white women. Int J Cancer. 2020 Jul 15;147(2):383–91.
  3. WebMD. Does Hair Dye Increase Cancer Risk? [Internet]. [cited 2021 May 30]. Available from: https://www.webmd.com/beauty/is-hair-dye-linked-cancer-risk#1
  4. NCHR. Do Hair Dyes Cause Cancer? | National Center for Health Research [Internet]. [cited 2021 May 30]. Available from: https://www.center4research.org/hair-dyes-cause-cancer/
  5. Wincheter Hospital. True or False: Hair Dye Causes Cancer | Winchester Hospital [Internet]. [cited 2021 May 30]. Available from: https://www.winchesterhospital.org/health-library/article?id=156988