Yuk Ketahui Tentang Pap Smear

Pap smear atau juga dikenal dengan istilah pap test merupakan prosedur yang digunakan untuk mendeteksi adanya kanker serviks pada wanita. Prosedur ini biasanya tidak menyakitkan, durasi yang diperlukan hanya beberapa menit, dan dapat membuat pasien merasa tidak nyaman akibat dari penggunaan spekulum yang dimasukkan ke dalam vagina. Dokter nantinya akan mengambil sampel dengan menggunakan spatula dan sikat lembut serta menahan dinding vagina pasien dengan menggunakan spekulum tersebut. Setelah sampel didapatkan maka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai ada tidaknya pertumbuhan sel abnormal pada serviks pasien.1

Gambar1. Prosedur pengambilan sampel pada tes pap.2

Deteksi dini dengan melakukan pap smear dapat memberikan peluang lebih besar bagi seseorang untuk sembuh dari kanker serviks. Pap smear dapat mendeteksi perubahan pada sel serviks dengan menunjukkan kemungkinan kanker yang akan berkembang di kemudian hari. Pada umumnya dokter akan menyarankan pasien untuk melakukan pengulangan tes ini setiap tiga tahun sekali pada wanita usia 21 hingga 65 tahun dan wanita usia di bawah 21 tahun yang sudah menikah. Selain itu wanita yang berusia diatas 30 tahun juga dapat melakukan tes pap ini setiap lima tahun jika prosedur tersebut dikombinasikan dengan tes HPV.1,3,4

Walaupun pap smear ini banyak dipergunakan, hasil dari tes tersebut dapat menunjukkan negatif palsu, yang artinya tidak menunjukkan kelainan meskipun pada serviks terdapat sel yang abnormal. Hal tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti kesalahan pada saat pengambilan sampel, jumlah sel abnormal pada serviks masih sedikit, serta akibat adanya sel darah atau inflamasi yang menutupi sel abnormal tersebut. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan pengulangan tes pap setiap tiga tahun sehingga mengurangi kemungkinan sel abnormal tersebut berkembang jika sudah terdeteksi.1,4

Hal utama yang dapat dilakukan untuk mendapatkan hasil pap smear yang akurat serta menghindari terjadinya negatif palsu adalah dengan tidak melakukan hubungan seksual selama dua sampai tiga hari sebelum tes dilakukan. Selain itu, usahakan untuk tidak menggunakan obat vagina, tampons, birth control foams, douches, krim atau bedak vagina, serta usahakan untuk menjadwalkan tes pap tersebut lima hari setelah akhir dari periode menstruasi.2

Referensi:

  1. Pap smear – Mayo Clinic [Internet]. 2020 [cited 2020 Nov 27]. Available from: https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/pap-smear/about/pac-20394841
  2. Definition of Pap smear – NCI Dictionary of Cancer Terms – National Cancer Institute [Internet]. National Cancer Institute. 2018 [cited 2020 Nov 27]. Available from: https://www.cancer.gov/publications/dictionaries/cancer-terms/def/pap-smear
  3. Smith RA, Andrews KS, Brooks D, Fedewa SA, Manassaram-Baptiste D, Saslow D, et al. Cancer screening in the United States, 2017: A review of current American Cancer Society guidelines and current issues in cancer screening. CA Cancer J Clin. 2017;67(2):100–21.
  4. Ashtarian H, Mirzabeigi E, Mahmoodi E, Khezeli M. Knowledge about Cervical Cancer and Pap Smear and the Factors Influencing the Pap test Screening among Women.