Yuk Ketahui Secara Umum Apa Itu Kanker Kulit!

Profesor Norman Abramson merupakan pemimpin dari sekelompok ilmuwan dan seorang insinyur pelopor pengembangan jaringan komputer nirkabel. Beliau telah meninggal di usia 88 tahun pada 1 Desember 2020 di rumahnya San Francisco. Menurut keterangan yang disampaikan oleh anaknya, Mark, Profesor Abramson meninggal akibat dari kanker kulit yang telah bermetastasis ke paru-paru.1

Kanker kulit merupakan jenis kanker paling umum di seluruh dunia dan jumlah insidennya terus meningkat setiap tahunnya. Kanker kulit paling sering berkembang pada kulit yang terpapar sinar matahari. Akan tetapi, kanker ini juga dapat terjadi di area kulit yang biasanya tidak terpapar sinar matahari. Terdapat tiga jenis utama kanker kulit, diantaranya adalah karsinoma sel basal, skuamosa, dan melanoma.

Karsinoma sel basal yaitu kanker kulit yang berasal dari lapisan terdalam epidermis (lapisan terluar dari kulit). Sedangkan karsinoma sel skuamosa, yaitu kanker kulit lapisan bagian tengah dan terluar dari epidermis. Serta melanoma, yaitu kanker kulit yang diakibatkan oleh penghasil pigmen kulit atau melanosit.2,3

Salah satu faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kanker kulit adalah kombinasi antara faktor genetik yang dimiliki dan faktor lingkungan. Faktor lingkungan tersebut dapat berupa paparan sinar ultraviolet (UV) yang berlebihan. Paparan sinar UV yang berlebihan dapat memicu terjadinya mutasi atau perubahan pada DNA sehingga dapat menimbulkan pertumbuhan sel yang tidak normal.4

Gejala terjadinya kanker kulit berbeda sesuai jenis kanker itu sendiri. Karsinoma sel basal biasanya ditandai dengan benjolan lunak yang mengkilat dan muncul di permukaan kulit, serta berwarna gelap atau cokelat kemerahan. karsinomaskuamosa ditandai dengan adanya benjolan merah keras pada kulit yang terasa gatal dan dapat menimbulkan kerak. Sedangkan, pada melanoma dapat ditandai dengan bercak atau benjolan berwarna cokelat. menyerupai tahi lalat namun bentuknya tidak beraturan.4

Hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kanker kulit adalah menghindari paparan radiasi sinar UV yang berlebihan. Sinar UV matahari biasanya paling kuat antara pukul 10:00 dan 15:00. Untuk itu, agar terhindar dari dampak sinar UV, dapat digunakan tabir surya atau sunscreen. Tabir surya harus dioleskan 20 sampai 30 menit sebelum paparan sinar matahari dan diaplikasikan kembali setiap 90 menit setelahnya. Tabir surya dengan faktor ketahanan air yang lebih tinggi harus digunakan kembali setiap 90 menit saat terlibat dalam aktivitas air. Jika tabir surya memiliki faktor ketahanan air yang lebih rendah, maka frekuensi penggunaannya dapat ditingkatkan.5

Referensi

  1. Norman Abramson, Pioneer Behind Wireless Networks, Dies at 88 – The New York Times [Internet]. [cited 2020 Dec 18]. Available from: https://www.nytimes.com/2020/12/11/technology/norman-abramson-dead.html
  2. Craythorne E, Al-Niami F. Skin cancer. Med (United Kingdom) [Internet]. 2017;45(7):431–4. Available from: http://dx.doi.org/10.1016/j.mpmed .2017.04.003
  3. Skin cancer – Symptoms and causes – Mayo Clinic [Internet]. [cited 2020 Dec 19]. Available from: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/skin-cancer/symptoms-causes/syc-20377605
  4. Silpa SR, V C. a Review on Skin Cancer. Int Res J Pharm. 2013;4(8):83–8.
  5. Skin Cancer Prevention – StatPearls – NCBI Bookshelf [Internet]. NCBI Stat Pearls. 2020 [cited 2020 Dec 19]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK519527/