YUK KENALI PENATALAKSANAAN KANKER TIROID!

YUK KENALI PENATALAKSANAAN KANKER TIROID!

Penulis: Ni Kadek Wanda Pebriana

Kelenjar tiroid merupakan organ terbesar dari sistem endokrin. Kanker, masih menjadi penyakit berbahaya yang dikhawatirkan banyak orang. Kanker tiroid merupakan jenis kanker yang umum terjadi pada kelenjar tiroid. Data dari American Cancer Society memperkirakan sekitar 44.280 kasus baru kanker tiroid (12.150 pada pria dan 32.130 pada wanita) terjadi pada tahun 2018. 3 Salah satu tokoh terkenal dunia yang mengidap kanker tiroid adalah Park So Dam, artis yang populer lewat drama Korea Record of Youth, dan film The Priests, Parasite. Ia terdiagnosis kanker tiroid papiler. Kanker tiroid papiler merupakan salah satu dari 4 jenis kanker tiroid lainnya, yakni kanker folikel, meduler, dan anaplastik. 3-4

Etiologi kanker tiroid belum ditemukan secara pasti, namun paparan radiasi telah terlibat dalam terbentuknya kanker tersebut. Fenomena paparan radiasi yang mengarah pada peningkatan insiden kanker tiroid mulai ditemukan setelah paparan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki selama Perang Dunia II. Selain itu, terdapat juga bukti bahwa paparan radiasi dosis rendah selama masa kanak-kanak (seperti pada pasien yang menerima radiasi terapeutik untuk leukemia/limfoma) dikaitkan dengan peningkatan insiden kanker tiroid. Meskipun paparan radiasi berkaitan dengan terjadinya penyakit ini, namun tidak berperan dalam menentukan agresivitas keganasan. 6

Diagnosis kanker tiroid dapat ditegakkan setelah nodul intratiroid terdeteksi ditemukan pada pemeriksaan klinis dan penunjang, seperti radiografi (misalnya, pada MRI yang dilakukan untuk cedera whiplash atau ultrasound yang dilakukan pada arteri karotis). Mayoritas pasien dengan kanker tiroid tidak memiliki gejala pada saat diagnosis awal. Ketika gejala muncul, biasanya disebabkan oleh invasi struktur yang berdekatan oleh tumor primer atau perkembangan metastasis ke kelenjar getah bening leher lateral. 6

Terdapat beberapa penatalaksanaan kanker tiroid yang berkembang saat ini, yakni :

1. Tiroidektomi 

Tiroidektomi merupakan prosedur pembedahan umum yang dianjurkan dikarenakan 5 % dari 10 % kasus kanker tiroid  dapat menimbulkan kekambuhan jika tidak dilakukan prosedur pembedahan. Kemajuan teknologi baru dalam perangkat yang digunakan untuk tiroidektomi, seperti perangkat untuk memblok pembuluh darah hemostatik dan pemantauan saraf, telah meningkatkan keamanan operasi.5 Tiroidektomi diindikasikan pada patologi ganas dan jinak dengan tingkat selektivitas yang tinggi, termasuk nodul tiroid, hipertiroidisme, gondok obstruktif atau substernal, kanker tiroid berdiferensiasi (papiler atau folikular), kanker tiroid meduler (MTC), kanker tiroid anaplastik, limfoma tiroid primer (pembedahan terbatas untuk mendapatkan biopsi jaringan), dan metastasis ke tiroid dari kanker primer ekstratiroid. Teknik yang dipergunakan dalam prosedur tiroidektomi, yakni dengan membuat sayatan melalui kulit, jaringan subkutan, lemak, dan platysma. Flap kulit dapat diangkat jauh ke platysma dan superfisial dari otot sternohyoid. Flap diangkat ke superior dan inferior masing-masing setinggi kartilago tiroid dan takik sternum. Kemudian dilakukan perawatan vena jugularis anterior serta jaringan vena superfisial yang terletak di bawah platysma untuk menghindari perdarahan yang berlebihan.2

2. Ablasi Yodium Radioaktif

Ablasi Yodium Radioaktif memiliki peran penting dalam pengobatan dan pengelolaan kanker tiroid sejak 1946. Digunakan setelah dilakukan prosedur tiroidektomi. Ablasi yodium radioaktif dilakukan untuk mengikis kelenjar tiroid secara keseluruhan dan untuk membasmi kemungkinan sisa kanker.  Ablasi yodium radioaktif bekerja dengan memasuki sel tiroid melalui natrium pengangkut iodida dan memancarkan sinar beta gelombang pendek, hal ini menyebabkan kematian sel akut. Faktor penting yang diperhatikan dalam prosedur ini, adalah lokasi dan karakteristik kanker yang dialami pasien, yang memengaruhi hasil terapi. 5

Dalam persiapan terapi, pasien awalnya diberikan diet rendah yodium selama 4 sampai 6 minggu sebelum pengobatan atau memiliki asupan harian <50 g yodium selama 2 minggu. Kemudian, pasien diberi rejimen yang cukup dapat meningkatkan kadar TSH serum hingga 30 mU/ L untuk meningkatkan jumlah input natrium iodida dan mengoptimalkan penyerapan. Hal ini dicapai melalui penghentian hormon tiroid atau penggunaan rekombinan hormon perangsang tiroid manusia (rhTSH) rekombinan. Setelah tingkat TSH yang sesuai tercapai, dilanjutkan dengan pemberian secara oral sebagai kapsul pada jumlah aktivitas yang tepat. 5

3. Inhibitor Tirosin Kinase 

Inhibitor Tirosin Kinase merupakan terapi yang diberikan bagi pasien pada pasien yang kankernya tidak lagi membutuhkan yodium. Banyak perubahan genetik telah diidentifikasi yang melibatkan jalur pensinyalan tirosin kinase, termasuk gen protein kinase RET, RAF, atau RAS, yang mengarah pada aktivasi domain tirosin kinase. Jalur RET/RAS/RAF saling berhubungan dengan faktor pertumbuhan epidermal kaskade yang diaktifkan reseptor, yang mengarah pada sintesis faktor pertumbuhan endotel vaskular (VEGF) dan reseptor VEGF. Mutasi pada onkogen BRAF memberikan aktivitas baru peningkatan protein. Hal ini merubahan bentuk perubahan genetik yang paling sering ditemukan pada pasien dengan kanker tiroid papiler. 5 Mutasi pada onkogen BRAF memberikan aktivitas baru peningkatan protein. BRAF atau B-Rapidly Accelerated Fibrosarcoma adalah genetik yang dapat mengkode protein B-Raf. Protein ini terlibat pada mekanisme pengiriman sinyal ke dalam sel yang dapat memicu pertumbuhan sel. Apabila mutasi BRAF tidak terkendali maka pertumbuhan sel juga akan semakin progresif sehingga dapat menimbulkan keganasan. 1

4. Terapi Radiasi Sinar Eksternal

Terapi radiasi sinar eksternal hanya digunakan untuk pengobatan paliatif pasien dengan kanker tiroid stadium lanjut atau yang tidak dapat dioperasi. Biasanya dipertimbangkan pada pasien berusia lebih dari 45 tahun yang memiliki ekstensi ekstratiroid yang sangat terlihat dan kemungkinan besar penyakit residual selama pembedahan. 5

5. Kemoterapi

Kemoterapi adalah pengobatan kanker yang menggunakan obat-obatan untuk menghentikan pertumbuhan sel kanker, baik dengan membunuh sel atau dengan menghentikan pembelahannya. Kemoterapi dapat diberikan melalui mulut atau disuntikkan ke dalam pembuluh darah atau otot. Pemberian obat kemoterapi dapat dilakukan secara sistemik (obat-obatan memasuki aliran darah dan dapat mencapai seluruh bagian tubuh yang kemudian dapat membunuh sel-sel kanker), serta dapat diberikan secara regional (kemoterapi yang langsung diberikan pada organ target yang terkena kanker). 4

Daftar Pustaka

  1. Angeline, R., & Kodariah, R. (2016). Peran dan Mekanisme BRAF pada Keganasan. 5(2), 37–43.
  2. Biello A, Kinberg EC, Wirtz ED. Thyroidectomy. [Updated 2021 Aug 1]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan-.
  3. Nabila A. 2021. Kondisi Terkini Park So Dam, Mengidap Kanker Tiroid Papiler. IDN Media. [Acces on December 26, 2021]. Available at : https://www.idntimes.com/korea/kdrama/andina-nabila-hasnah/park-so-dam-derita-kanker-tiroid-papiler/1
  4. National Cancer Institute. 2021. Cancer Stat Facts: Thyroid Cancer. [Acces on December 26, 2021]. Available at : https://seer.cancer.gov/statfacts/html/thyro.html
  5. Nguyen, Q. T., Lee, E. J., Huang, M. G., Park, Y. I., Khullar, A., & Plodkowski, R. A. (2015). Diagnosis and treatment of patients with thyroid cancer. American health & drug benefits8(1), 30–40.
  6. Shah J. P. (2015). Thyroid carcinoma: epidemiology, histology, and diagnosis. Clinical advances in hematology & oncology : H&O13(4 Suppl 4), 3–6.