Siapa sih yang tidak tahu The Fault in Our Stars? Sebuah karya film yang diangkat dari novel remaja yang menceritakan kisah romantis dua remaja dan telah sukses membuat para penontonnya banjir air mata. The Fault in Our Stars memang tidak menceritakan kisah tentang pasangan vampir yang jatuh cinta, atau mungkin perjuangan gadis belia untuk membela distriknya. Namun romansa si cantik Hazel Grace Lancaster (Shailene Woodley) dan Augustus Waters (Ansel Elgort), yang bertemu di sebuah kelompok pendukung kanker, telah menjadi fenomena dunia!

TFIOS2

Tahukah kamu? Buku TFIOS telah terjual lebih dari sembilan juta eksemplar, dan juga lebih dari 23 juta orang telah menyaksikan trailer film dan filmnya telah menghasilkan 48,2 juta dollar Amerika di akhir pekan pembukaannya di box office Amerika Serikat, bahkan mengalahkan salah satu film aktor senior Hollywood, Tom Cruise dengan film blockbuster-nya Edge Of Tomorrow yang tertinggal hanya dengan 29,1 juta dollar Amerika.

Kesuksesan tersebut, menurut sang aktor tampat Ansel Elgort, adalah sebuah fakta bahwa TFIOS merupakan kisah nyata”.

Sang penulis, John Green terinspirasi untuk menulis buku tersebut setelah bekerja sebagai pendeta mahasiswa di sebuah rumah sakit anak-anak, dan didedikasikan kepada temannya Esther Earl, yang meninggal karena kanker tiroid pada tahun 2010, saat berusia 16 tahun.

TFIOS3

Cerita TFIOS sendiri sangat menggambarkan realitas kanker, seperti Hazel yang memakai tabung oksigen sepanjang film, dan Gus telah kehilangan kaki akibat kanker tulang yang dideritanya.

Tidak hanya kalangan remaja saja yang amat terhanyut dengan jalan cerita Hazel dan Gus. Bagi penggemar TFIOS yang pernah menderita kanker itu sendiri, cerita ini sangat mengharukan.

Merrou, gadis 17 tahun yang sedang dalam masa remisi leukemianya, membawa sebuah papan tulisan yang ia buat dalam sebuah acara jumpa fans di London. Tulisan tersebut berbunyi: Film ini sangat berarti bagi saya karena saya seorang survivor kanker“.

 

“Dalam pemikiran gila saya, saya merasa John Green berada di dalam kepala saya dan menuliskan sebuah buku seperti apa yang saya pikirkan.

Meskipun TFIOS adalah suatu kisah yang menyedihkan, namun buku ini telah membantu saya melalui apa yang saya alami.”

 

Ansel Elgort mengakui kanker merupakan sebuah topik utama dalam film ini, tapi ia juga menyatakan bahwa hal tersebut bukanlah satu-satunya alasan cerita ini menyentuh begitu banyak orang.


Semua orang tersentuh oleh kanker dalam hidup mereka, itu sebabnya banyak orang merasa menyatu dengan cerita TFIOS. Namun TFIOS itu juga merupakan sebuah kisah cinta. Dan semua orang ingin kisah cinta. Semua orang ingin cinta yang indah dengan seseorang.”

Sumber: BBC News

0