Perlukah Kita Khawatir dengan Radiasi Gadget?

Akhir-akhir ini, pandemi yang sedang melanda mengharuskan kita untuk melakukan semuanya secara mobile atau jarak jauh. Baik sekolah, kuliah, maupun dunia pekerjaan bertumpu pada interaksi secara online. Kondisi ini menyebabkan meningkatnya screen time atau durasi kita menggunakan perangkat elektronik. Sejak dahulu, seringkali diberitakan bahwa paparan radiasi dari telepon genggam, laptop, maupun gadget lainnya dapat menyebabkan berbagai kerusakan pada tubuh, dari kerusakan otak sampai risiko kanker. Namun, apakah hal tersebut benar dan didukung oleh bukti-bukti ilmiah?

Sebelum dapat mengevaluasi efek gadget pada kesehatan, perlu dipahami dahulu mengenai jenis-jenis radiasi. Radiasi elektromagnetik dibagi menjadi 2 jenis: radiasi ionisasi dan radiasi non-ionisasi. Radiasi ionisasi dihasilkan oleh beberapa sumber seperti mesin X-ray dan cahaya matahari yang dapat meningkatkan risiko kanker dari tingkat molekuler. Sementara itu, radiasi non-ionisasi termasuk radiofrequency (RF) yang sering ditemukan pada telepon genggam, laptop, tablet, dan lain-lain. Radiasi non-ionisasi memiliki frekuensi yang lebih rendah sehingga energi yang dihasilkan juga lebih rendah.1 Satu-satunya efek yang diketahui secara pasti dari radiasi ini adalah kemampuannya untuk meningkatkan suhu jaringan, seperti dapat dilihat pada microwave. Saat dinyalakan, perangkat elektronik mengeluarkan RF secara terus-menerus walaupun tidak digunakan secara aktif karena perangkat tersebut terus berkomunikasi dengan menara seluler.2

Peneliti dari berbagai institusi secara umum menggunakan 2 jenis studi untuk menentukan efek gadget dengan risiko kanker, yaitu studi yang dilakukan di lab menggunakan hewan coba atau kultur sel, dan studi pengamatan pada manusia.3 Terdapat 2 studi besar terbaru mengenai efek RF pada tikus yang dilaksanakan oleh peneliti dari National Toxicology Program di Amerika Serikat dan peneliti pada Ramazzini Institute di Italia. Kedua studi tersebut menemukan peningkatan risiko schwannoma atau tumor pada sel saraf yang disebut sel Schwann pada tikus jantan, yang mengikuti paparan dari jarak dekat (seperti handphone yang dipakai telepon atau chatting) maupun jauh (seperti mengetik pada laptop) dari perangkat elektronik. Para peneliti juga melaporkan peningkatan kejadian kanker pada prostat, kulit, paru-paru, hati, dan juga otak. Walaupun begitu, bukti spesifik yang mengaitkan paparan radiasi dengan peningkatan tersebut tidak dapat dipastikan. Beberapa studi epidemiologi melaporkan peningkatan kejadian tumor di dalam tengkorak pada orang-orang dengan penggunaan gadget yang tinggi selama 10 tahun atau lebih. Meski demikian, beberapa studi lain tidak menemukan hubungan maupun peningkatan terkait penggunaan perangkat elektronik.1,2,3,4

Pada tahun 2011, International Agency on Cancer (IARC) yang merupakan bagian dari WHO, mengklasifikasikan radiasi RF pada grup 2B, atau karsinogen ‘possible’. Kategori tersebut dipakai untuk agen, komponen, atau paparan yang memiliki bukti terbatas akan sifat karsinogenik pada manusia, dan bukti yang belum cukup kuat pada hewan coba. Food and Drug Administration (FDA) di Amerika juga telah merilis pernyataan bahwa ‘peraturan keamanan untuk radiasi telepon genggam pada saat ini sudah cukup untuk melindungi kesehatan publik’.2 Selain itu, International Commision on Non-Ionizing Radiation Protection (ICNIRP) menyatakan bahwa tidak terdapat cukup bukti bahwa RF dapat menyebabkan kanker.3

Meskipun efek dari RF terhadap kanker masih diperdebatkan, penggunaan berlebihan dari perangkat elektronik ditemukan dapat mengganggu aktivitas otak dan ritme sirkadian (proses internal dan alami tubuh yang mengatur siklus tidur-bangun).4 Selain itu, peningkatan screen time juga seringkali mengakibatkan keletihan mata, mata kering, dan juga sakit kepala.5 Oleh karena itu, ada baiknya untuk tetap memberi diri kita sendiri waktu istirahat dari teknologi dan perangkat elektronik secara berkala dan mengeksplorasi lebih dalam aspek sosial, emosional, dan juga fisik dari kehidupan manusia.

 

REFERENSI

  1. 2015. Scientific Committee on Emerging and Newly Identified Health Risks: Potential health effects of exposure to electromagnetic fields (EMF): http://ec.europa.eu/health/scientific_committees/emerging/docs/scenihr_o_041.pdf
  2. Schmidt C. New Studies Link Cell Phone Radiation with Cancer [Internet]. Scientific American. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://www.scientificamerican.com/article/new-studies-link-cell-phone-radiation-with-cancer/
  3. Cellular (Cell) Phones [Internet]. Cancer.org. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from:https://www.cancer.org/cancer/cancer-causes/radiation-exposure/cellular-phones.html
  4. Naeem Z. Health Risks Associated with Mobile Phones Use. International Journal of Health Sciences. 2014;8(4):v-vi.
  5. Protect Your Eyes From Too Much Screen Time [Internet]. American Academy of Ophthalmology. 2020 [cited 11 November 2020]. Available from: https://www.aao.org/newsroom/news-releases/detail/protect-your-eyes-from-too-much-screen-time