Pentingkah Khawatir Pada Penggunaan Kemasan Plastik ?


Seiring bertambahnya waktu, teknologi semakin bertambah dan nilai kepraktisan diutamakan dimana-mana. Hal tersebut memengaruhi banyak aspek dalam kehidupan kita, termasuk makanan. Banyak produk makanan dan minuman diproduksi, dan yang menjadi perhatian utama kita adalah kemasan makanan dan minuman tersebut. Makanan dan minuman dikemas dimaksudkan untuk melindungi produk dari kontaminasi lingkungan luar, bahan promosi, dan memastikan produk didistribusikan secara aman. Saat membicarakan tentang kemasan, yang paling sering muncul dalam pikiran kita adalah plastik. Penggunaan plastik sangat banyak bisa temukan di kehidupan sehari-hari. Namun demikian, kelemahan plastik sudah banyak kita ketahui tidak tahan pada temperatur yang tinggi, hal tersebut menimbulkan pertanyaan apakah penggunaan plastik untuk tempat makanan dan minuman itu aman?
Maraknya berita mengenai dampak plastik pada kesehatan adalah pada tahun 2009, seorang artis bernama Sheryl Crowe, diklaim mengidap kanker payudara setelah mengkonsumsi air dalam botol plastik yang ditinggalkan di dalam mobilnya. Semenjak berita tersebut banyak penelitian mulai menaruh perhatian pada reaksi yang terjadi saat plastik dipanaskan. [1]

Hasil studi menunjukkan kemasan plastik mengandung phthalates dan bhispenol A (BPH). Phthalates biasanya digunakan untuk menghaluskan tesktur plastik pada kemasan produk, termasuk produk makanan.[2] Efek yang ditimbulkan oleh phthalates dalam tubuh adalah kerusakan kelenjar dalam tubuh manusia .[3] Sedangkan pada penelitian yang dilakukan pada binatang, phthalates ditemukan memiliki sifat karsinogenik (menyebabkan kanker).[4] Sedangkan untuk BPH itu sendiri, belum ada penelitian yang menemukan adanya hubungan atau pengaruh langsung BPH pada tubuh.[5]
Dari hal-hal yang telah dipaparkan di atas, sebaiknya kita mulai bijaksana dalam menggunakan plastik untuk keperluan makanan dan minuman sehari-hari. Meskipun dalam beberapa penelitian belum mendapatkan hasil yang pasti dalam pengaruh plastik pada kanker, beberapa negara sudah mengambil tindakan tegas dengan memberhentikan penggunaan bahan-bahan yang sifatnya merugikan untuk kesehatan.

REFERENSI :
1. Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health. Email Hoax Regarding Freezing Water Bottles and Microwave Cooking. 2008. Available from: htto://www.jhsph.edu/dioxins.
2. US Food and Drug Administration (FDA). Phthalates. December 2013. Available at: https://www.fda.gov/cosmetics/productsingredients/ingredients/ucm128250.htm
3. Hart, R. Doherty, DA. Frederiksen, H et al. The influence of antenatal exposure to phthalates on subsequent female reproductive development in adolescence: a pilot study. Reproduction. 2013; 147: 379-390.
4. International Agency for Research on Cancer (IARC), Volume 101: Some Chemicals Present in Industrial and Consumer Products, Food and Drinking Water, in IARC Monographs Working Group on the Evaluation of Carcinogenic Risks to Humans, IARC, Editor 2011, IARC: Lyon, France.
5. U.S. Department of Health and Human Services, 14th Report on Carcinogens. 2016, Public Health Service – National Toxicology Program.