Peran Superfoods Terhadap Kanker

Dewasa ini, mungkin kita sudah cukup sering mendengar istilah “superfoods”. Makanan yang tergolong superfoods seperti  beri, tomat, kacang-kacangan, minyak zaitun, yougurt, brokoli, teh hijau, bawang putih dan masih banyak lagi. Superfoods itu sendiri dipercaya memiliki manfaat dalam mencegah penyakit-penyakit tertentu, namun, mengandung kata super, bukan berarti makanan super yang mampu menyembuhkan diri dari berbagai penyakit, dan belum tentu juga superfoods ini mampu menyediakan  seluruh nutrisi, energi serta manfaat kesehatan lainnya bagi tubuh. US Dietary Guidelines (Panduan Makanan US) merekomendasikan, dengan mengonsumsi makanan sayur, buah, dan biji-bijian yang beragam dan disertai dengan pola makan yang teratur akan membawa manfaat yang lebih baik pada tubuh dibandingkan dengan hanya mengonsumsi satu jenis makanan.1

Bermula dari, tujuan marketing (pemasaran) superfoods sendiri, maka banyak sekali klaim yang muncul mengenai manfaat yang dihasilkan untuk tubuh, mulai dari menurunkan risiko tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung, bahkan dikatakan dapat mempengaruhi perkembangan dari kanker. Namun, hubungan antara superfoods dengan kanker tidak sesederhana hanya dengan satu makanan dapat menyembuhkan kanker. Tubuh merupakan komponen yang kompleks, begitu pula dengan kanker yaitu sel (unit terkecil) tubuh mengalami pertumbuhan yang abnormal, jadi pernyataan bahwa satu jenis makanan dapat “melumpuhkan” perkembangan kanker mungkin belum pasti benar adanya. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kanker merupakan kondisi yang kompleks dan penyebabnya pun bersifat multifactorial (banyak faktor) mulai dari lingkungan, pola hidup, gen serta psikologis.2

Jadi pertahanan terkuat kita adalah mencegah terjadinya kanker atau menurunkan risiko kanker itu sendiri, dengan pola hidup sehat seperti makan makanan yang bergizi, bernutrisi dari berbagai dari makanan yang beragam, tidak hanya satu jenis makanan saja, berolahraga secara teratur, tidak merokok dan mengurangi konsumsi alkohol. Tentunya pola hidup sehat ini dilakukan seterusnya, sebagai “asuransi” kesehatan kita dimasa depan agar sehat dan aktif dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan tentunya lebih baik dari pada tindakan instan dan hanya bersifat sementara.

 

REFERENSI

  1. Katherine D. McManus L. 10 superfoods to boost a healthy diet – Harvard Health Blog [Internet]. Harvard Health Blog. 2021 [cited 29 January 2021]. Available from: https://www.health.harvard.edu/blog/10-superfoods-to-boost-a-healthy-diet-2018082914463
  2. Childs O. Don’t believe the hype – 10 persistent cancer myths debunked – Cancer Research UK – Science blog [Internet]. Cancer Research UK – Science blog. 2021 [cited 17 January 2021]. Available from: https://scienceblog.cancerresearchuk.org/2014/03/24/dont-believe-the-hype-10-persistent-cancer-myths-debunked/.