Masturbasi Berisiko Kanker Prostat ?

Kanker prostat merupakan pertumbuhan jaringan atau sel yang tidak normal pada prostat. Kanker prostat salah satu kanker yang sifatnya progresif dan menjadi salah satu penyebab kematian paling banyak pada laik-laki.[1] Kanker prostat memiliki posisi yang melampaui posisi dari kanker paru sebagai kanker paling banyak terjadi pada laki-laki. Peingkatan angka kejadina pada kanker prostat sendiri telah dibuktikan dari hasil skrining PSA (prostate-spesific antigen). Pada tahun 2015 tercatat 220,800 kasus kanker prostat dan terhitung sebanyak 26% kasus kanker baru.[2] Data dari GLOBOCAN tahun 2019, menunjukkan angka kejadian dari kanker prostat di indonesia sebanyak 11,361 kasus.[3]
Prostat memiliki fungsi menghasilkan zat semacam protein yang sifatnya asam dan molekul lainnya untuk ejakulat. Cairan yang dihasilkan juga merupakan nutrisi yang diberikan pada sel sperma, demi kelangsungan prokdutivitas dan kelangsungan hidup sel sperma itu sendiri.[4] Penelitian oleh Leitzmann menunjukan hubungan antara ejakulasi dengan kanker prostat juga dapat dimaksudkan berhubungan dengan beberapa aktivitas seksual seperti penetrasi, masturbasi preejakulasi dan mimpi basah.[5]
Dengan demikian banyak yang mempertanyakan, antara frekuesi ejakulasi atau masturbasi dengan kanker prostat. Masturbasi termasuk dalam salah satu aktivitas seksual, dan dalam masyarakat aktivitas ini memiliki posisi yang kurang dan sering menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat, bahkan sejak dahulu kala.[6] Berdasarkan tujuh penelitian, menunjukkan tidak ada hubungan yang spesifik antara masturbasi dengan kanker prostat, penelitian yang banyak menunjukkan tentang hubungan frekuensi masturbasi dengan rentang usia.[7]
Meskipun demikian, sebaiknya kita harus waspada dengan risiko lain dari kanker prostat dan menjaga pola hidup sehat agar terhindar dari risiko kanker prostat seperti, tidak merokok, berolahraga secara teratur, menjaga berat badan, serta mengkonsumsi makanan dan minuman yang dapat menurunkan risiko kanker prostat seperti tomat, kedelai, teh, kopi, brokoli, kubis, selain itu yang perlu diperhatikan juga mengonsumsi dengan menu yang seimbang.[8]

SUMBER :
1. Center MM, Jemal A, Lortet-Tieulent J, et al. International variation in prostate cancer incidence and mortality rates. Eur Urol 2012;61:1079-1092.
2. Siegel RL, Miller KD, Jemal A. Cancer statistics, 2015. CA Cancer J Clin 2015;65:5–29.
3. Globocan, 2018 http://gco.iarc.fr/today/data/factsheets/populations/360-indonesia-fact-sheets.pdf [Diakses pada 22 Desember 2019]
4. Ross AE, Rodriguez R. Development, molecular biology, and physiology of the prostate. In Wein AJ, Kavoussi LR, Partin AW, Peters CA, editors. Campbell-Walsh urology. Philadelphia, PA: Elsevier; 2016:chapter 102.
5. Leitzmann MF, Platz EA, Stampfer MJ, et al. Ejaculation frequency and subsequent risk of prostate cancer. JAMA 2004; 291:1578-1586.
6. Kaestle CE, Allen KR. The role of masturbation in healthy sexual development: perceptions of young adults. Arch Sex Behav 2011;40:983-994.
7. Dimitropoulou P, Lophatananon A, Easton D, et al. Sexual activity and prostate cancer risk in men diagnosed at younger age. BJU Int 2009;103:178-185.
8. Peisch SF, Van Blarigan EL, Chan JM, Stampfer MJ, Kenfield SA. Prostate cancer progression and mortality: a review of diet and lifestyle factors. World journal of urology. 2017 Jun 1;35(6):867-74.