Kanker Kolorektal

Artikel Edisi Desember

STAFF PENELITIAN KOMPAK FK UNUD

Kanker kolorektal adalah keganasan yang terjadi pada jaringan usus besar, terdiri dari kolon (bagian terpanjang dari usus besar) dan atau rektum (bagian kecil terakhir dari usus besar sebelum anus).1 Menurut American Cancer Society, kanker kolorektal (KKR) merupakan kanker dengan urutan ketiga terbanyak setelah kanker paru dan kanker payudara, serta merupakan penyebab kematian keempat terbanyak di dunia.2 Diperkirakan, terdapat 1.233.000 kasus KKR baru dengan angka mortalitas mencapai 608.000 kasus setiap tahunnya. Di Indonesia tidak terdapat angka insidens dan mortalitas KKR, karena sebagian besar penderita datang dalam stadium lanjut, sehingga angka harapan hidupnya rendah.3

Terdapat beberapa faktor yang dapat memicu KKR, dan secara garis besar faktor tersebut dibagi menjadi dua, yaitu faktor yang tidak dapat dimodifikasi dan faktor yang dapat dimodifikasi. Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi adalah usia, genetik, dan faktor lingkungan. Faktor risiko yang dapat dimodifikasi adalah kurangnya aktivitas fisik yang menyebabkan obesitas, konsumsi tinggi daging merah, diet rendah serat, merokok, dan konsumsi alkohol.3 Semakin tua usia seseorang, maka semakin tinggi risiko KKR. Hal ini ditunjukkan dengn peningkatan diagnosisis KKR yang progresif sejak usia 40 tahun, dan lebih dari 90% kasus KKR terjadi pada usia lebih dari 50 tahun. 4,5

Gejala dini KKR berupa diare, konstipasi, perdarahan pada rektum, nyeri dan keram perut, lemah, lesu, hingga penurunan berat badan. Namun tidak semua pasien KKR mengalami gejala pada stadium awal kanker. Gejala yang muncul terkadang bervariasi, dan bergantung pada ukuran dan lokasi tumor. Untuk mencegah dari KKR, selain menjauhi faktor risikonya, sebaiknya melakukan deteksi dini KKR. Deteksi dini KKR dapat dilakukan dengan cara pemeriksaan colok dubur, pemeriksaan Guaiac-based fecal occult blood tests (gFOBTs), tes immunokimia, dan pemeriksaan endoskopi (sigmoidoskopi fleksibel, kolonoskopi) serta pemeriksaan radiologi yang merupakan pemeriksaan untuk mendeteksi kanker stadium lanjut

Pengobatan pada KKR bergantung pada stadium kanker. Terdapat tiga pilihan pengobata utama, yaitu operasi, kemoterapi dan radiasi. Pada stadium dini, pengobatan yang direkomendasikan adalah operasi invasif minimal, yaitu operasi kolonoskopi dan laparoskopi yang merupakan operasi pengeluaran lesi dari usus besar dan rektum. Namun jika sel kanker telah tumbuh lebih besar dan meningkatnya stadium kanker, maka pengobatan yang dapat dilakukan adalah kolektomi parsial.  Pada kanker stadium lanjut, operasi tidak dilakukan untuk penyembuhan kanker, melainkan untuk meringankan tanda dan gejala, seperti pendarahan dan nyeri.

Kemoterapi merupakan salah satu pengobatan kanker dengan cara mengonsumsi obat-obatan untuk menghancurkan sel kanker. Kemoterapi dapat diberikan setelah atau sebelum operasi. Dengan kemoterapi, risiko kambuhnya kanker dan kematian akibat kanker dapat diturunkan. Sedangkan terapi radiasi merupakan pengobatan kanker yang menggunakan sumber energi yang kuat untuk membunuh sel kanker, mengecilkan tumor sebelum operasi sehingga tumor dapat diangkat lebih mudah, dan mengurangi gejala kanker kolorektal. Kombinasi terapi radiasi dengan kemoterapi, ataupun hanya terapi radiasi, merupakan salah satu pilihan pengobatan standar untuk penanganan awal kanker rektum yang selnajutnya akan diikuti dengan pembedahan.

 

Sumber:

  1. American Cancer Society. Colorectal cancer facts & figures special edition 2005. Oklahoma City, OK: American Cancer Society; 2005.
  2. Jacques F, Hai-Rim Shin, F. Bray, David F, Colin M, D.M Parkin. Estimates of worldwide burden of cancer in 2008: GLOBOCAN 2008. Internat J Cancer. 2010; 127(12): 2893-917.
  3. IKABDI. Panduan penatalaksanaan kanker kolorektal 2014.
  4. World Cancer Research Fund and American Institute for Cancer Research Food, Nutrition, Physical Activity, and the Prevention of Cancer: Perspective. Washington, DC: American Institute for Cancer Research; 2007.
  5. Ries LAG, Melbert D, Krapcho M. SEER cancer statistics review, 1975-2005. Bethesda, MD: 2008.
0