Fakta Kanker Testis

Artikel Edisi Awal Juli 2019

STAFF PENELITIAN KOMPAK FK UNUD

Kanker testis adalah keganasan yang muncul pada testis, dimana kanker testis merupakan 1% dari seluruh kejadian kanker pada pria. Angka kejadian kanker testis tinggi pada pria berusia  20-40 tahun. Kanker testis primer dapat diklasifikasikan menjadi tumor sel germinal dan tumor sel non germinal. Sedangkan kanker testis sekundernya, biasanya berasal dari penyakit lain yaitu  limfoma maligna, leukemia, dan metastasis (Horwich, 2013).

            Terdapat beberapa kelompok orang yang memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kanker testis, yaitu orang dengan riwayat keluarga kanker testis, undesensus testis (kelainan kongenital dimana testis tidak turun ke dalam kantung skrotum), ambiguitas somatoseksual, atrofi testis, dan hipospadia. Sedangkan gejala yang dapat dicurigai sebagai kanker testis berupa pembesaran pada salah satu testis dengan tanpa adanya nyeri, penanda metastasis (pembengkakan leher, anoreksia, pembengkakan ekstremitas bawah), ginekomastia, dan pada kasus yang jarang dapat terjadi infertilitas (Purnomo, 2009).

            Terdapat beberapa penyakit yang dapat menyerupai kanker testis, yaitu torsi testis, epididimitis, epididimo-orchitis, hidrokel, hernia scrotalis dan lainnya. Untuk itu diperlukanlah pemeriksaan penunjang seperti ultrasound, CT scan abdomen dan pelvis, serta pemeriksaan tumor marker. Pemeriksaan tumor maker yang sensitive terhadap neoplasma pada testis yaitu beta-HCG, AFP (Alfa Fetoprotein) dan LDH. Pada kanker testis tipe yolk sac tumor, teratocarcinoma dan embryonal carcinoma, terjadi peningkatan Alfa Fetoprotein. Sedangkan pada kanker testis tipe choriocarcinoma terjadi peningkatan hCG (Purnomo, 2009).

Oleh : Staff Penelitian Kompak FK Unud

 

DAFTAR PUSTAKA :

Horwich, A. Nicol, D. Huddart, R. 2013. Testicular germ cell tumours. British Medical Journal. 24:1-9.

Purnomo BB. 2009. Dasar-dasar urologi. Edisi kedua. Jakarta: Sagung Seto.

error0