Fakta Kanker Prostat

Artikel Edisi Awal Juli 2019

STAFF PENELITIAN KOMPAK FK UNUD

Prostat adalah kelenjar dengan berat sekitar 30gram yang merupakan bagian dari sistem reproduksi pria dan terletak di dalam tubuh. Fungsi prostat yang paling penting adalah memproduksi cairan yang, bersama dengan sel sperma dan cairan dari kelenjar lainya untuk  membentuk semen. Sekresi prostat penting untuk berfungsinya sel-sel sperma, dan sperma juga dibutuhkan untuk kesuburan pada pria (Leitzmann, 2004). Ejakulasi yang sering tidak berhubungan dengan meningkatnya risiko seseorang untuk mengalami kanker prostat namun justru menurunkan risiko ­kanker prostat. Para ilmuwan menemukan bahwa pria yang mengalami ejakulasi 21 kali atau lebih dalam sebulan memiliki risiko 33% lebih rendah terkena kanker prostat dibandingkan dengan pria yang melaporkan empat hingga tujuh ejakulasi sebulan selama hidup mereka (Rider, dkk., 2016). Oleh karena itu timbulah pertanyaan mengapa ejakulasi dapat menurunkan risiko kanker prostat.

Prostat dipercaya dapat membuang bahan kimia berbahaya yang mungkin menumpuk dalam semen. Suatu mekanisme biologis yang melibatkan akumulasi prostat dari sekresi yang berpotensi karsinogenik, yang dapat menciptakan lebih banyak kesempatan untuk pertumbuhan prostat, atau yang disebut sebagai hipotesis stagnasi prostat merupakan salah satu alasan mengapa seringnya ejakulasi dapat menurunkan risiko kanker prostat (Leitzmann, dkk., 2004).

Semakin tinggi frekuensi ejakulasi, semakin mempengaruhi fungsi sel epitel di zona perifer prostat, yang menggangu perubahan metabolism dari sekresi sitrat menjadi oksidasi sitrat yang terjadi pada fase awal tumorigenesis prostat. Ejakulasi yang lebih sering juga dapat mengurangi perkembangan kristaloid intraluminal prostat, yang telah dikaitkan dengan risiko kanker prostat yang lebih tinggi (Rider,dkk., 2016). Frekuensi ejakulasi yang lebih tinggi juga berhubungan dengan penurunan ketegangan psikologis dan penekanan sistem saraf simpatis sentral, yang dapat mengurangi stimulasi pembelahan sel epitel prostat (Syatek, 2007).

Oleh : Staff Penelitian Kompak FK Unud

 

DAFTAR PUSTAKA :

Leitzmann, M.F., Platz, E.A., Stampfer, M.J., Willett, W.C., Giovannucci, E. (2004). Ejaculation frequency and subsequent risk of prostate cancer. JAMA, 291, 1578–86.

Rider, J., Wilson, K., Sinnott, J., Kelly, R., Mucci, L. and Giovannucci, E. (2016). Ejaculation Frequency and Risk of Prostate Cancer: Updated Results with an Additional Decade of Follow-up. European Urology, 70(6), pp.974-982.

Svatek RS, Karam JA, Rogers TE, Shulman MJ, Margulis V, Benaim EA. (2007). Intraluminal crystalloids are highly associated with prostatic adenocarcinoma on concurrent biopsy specimens. Prostate Cancer Prostatic Dis. 10:279–282. 36.

error0