IMG_2673

Simpel namun seram, cukup mencengang di telinga siapa saja yang mendengarnya. Ya, kanker, menjadi salah satu hal yang paling ditakuti orang di belahan dunia manapun. Bagaimana tidak, saat ini kanker menjadi penyakit ganas yang merenggut nyawa hampir setiap penderitanya.

            Kanker merupakan suatu penyakit yang diakibatkan oleh pertumbuhan sel yang tidak terkontrol, di mana pertumbuhannya tidak mengikuti aturan dan regulasi pertumbuhan sel secara normal sehingga pertumbuhannya melampaui batas normal. Pertumbuhan sel yang abnormal tersebut kemudian dapat menyerang bagian tubuh dan menyebar ke organ lain atau disebut juga bermetastasis, di mana menurut organisasi kesehatan dunia, WHO, hal tersebut merupakan penyebab utama kematian pada kasus kanker.

            Saat ini penyebaran penyakit kanker sudah sangat luas bahkan digadang-gadang sebagai pembunuh nomor 1 di dunia. Tidak heran jika saat ini kanker cukup menghantui pikiran masyarakat, apalagi kedatangannya yang cenderung tanpa gejala. Ketakutan setiap orang akan penyakit ini semakin menjadi-jadi saat pemberitaan mengenai ceker dan sayam ayam yang diduga sebagai pemicu kanker semakin merebak melalui siaran di berbagai media sosial. Namun, apakah ini fakta atau hanya hoax belaka ?

            Belum lama ini telah beredar pesan broadcast melalui beberapa akun media sosial seperti Blackberry Messenger dan Facebook yang menjelaskan bahwa ayam yang selama pemeliharaannya seringkali disuntikkan hormon pertumbuhan, dapat memicu timbulnya sel-sel kanker. Penyuntikan hormon pertumbuhan yang tergolong sering dilakukan, menyebabkan penumpukan hormon dalam tubuh ayam yang nantinya akan dikonsumsi oleh konsumen. Bagian ayam yang sering menjadi sasaran tempat penyuntikkan adalah sayap ayam. Hormon pertumbuhan yang disuntikkan tersebut nantinya akan menyebar ke seluruh bagian tubuh dari ayam hingga berakhir pada bagian kaki ayam atau yang biasa disebut ceker ayam. Itulah sebab kenapa saat ini beredar isu bahwa sayap dan ceker ayam dapat memicu terjadinya kanker karena hormon pertumbuhan seperti hormon estrogen yang berlebihan dapat menjadi pemicu terganggunya pembentukan hormon pada otak di bagian hipotalamus hipofisis yang dikhawatirkan dapat memicu timbulnya kanker. Sementara itu, pada bagian ceker ayam merupakan tempat tertimbunnya end product atau produksi sisa dari hormon yang telah bersirkulasi di dalam tubuh ayam. Zat-zat sisa suntik hormon ini apabila ikut masuk ke dalam tubuh manusia tidak dapat dipungkiri akan menimbulkan bahaya kanker. Namun, kebenaran kabar ceker ayam, sebagai timbunan zat-zat sisa hasil suntikan hormon yang dapat menyebabkan kanker, masih jadi tanda tanya yang harus diungkapkan para peneliti.

            “Belum ada bukti mengenai hal tersebut. Namun ceker ayam yang mengandung kolesterol tinggi disinyalir berbahaya dan menyebabkan terjadinya resiko kanker, karena semua makanan yang kadar kolesterolnya tinggi juga bisa memicu kanker, terutama kanker payudara,” jelas dr.Drajat Suardi, SpB(K) Onk yang dilansir dari detikhealth.com.

0