Kanker adalah penyakit sel maka pengobatan kanker ditujukan kepada sel itu sendiri. Satu-satunya yang dapat dilakukan adalah menghilangkan sel itu atau dengan membunuhnya. Pengobatan kanker bukanlah pengobatan masa tumor, tapi pengobatan setiap sel kanker. Pada kanker yang telah bermetastasis, hilangnya tumor bukan berarti hilangnya atau sembuhnya kanker itu, sel kanker lainnya telah berada diluar jangkauan pengobatan kita. Sel kanker dapat menyembunyikan diri dari sistim pertahanan tubuh kita dan juga dari pengobatan yang diberikan kepadanya.

Pengobatan kanker menjadi pengobatan secara komprehensif holistik. Pasien kanker tidak hanya ia bergumul dengan penyakit kankernya saja, tapi lebih dari itu yaitu keseluruhan hidup pasien itu. Spirit-psyho- dan physic terlibat langsung didalam pengobatan penyakit kanker. Ketakutan, kecemasan, ketidak mampuan secara sosial dan ekonomi, penolakan dan agitasi memerlukan penanganan tersendiri bagi penderita kanker. Bukan semata-mata pasien tidak berobat karena tidak ada uang tapi ia takut dengan keadaannya dan juga pengobatan yang ia akan terima.

Penganganan kanker tak cukup dengan mengandalkan satu modalitas terapi. Terapi kanker memerlukan multimodalitas terapi yang dapat dilakukan secara bersama-sama atau tidak bersama-sama. Masing-masing modalitas terapi memiliki kelebihan dan kekurangan. Bila digunakan bersama maka apa yang kurang dari terapi yang satu akan didapatkan dari terapi lainnya. Demikian juga dalam hal efektivitas dan toxisitas terapi akan dapat dikendalikan dengan melakukan terapi tersebut. Alasan penting lainnya adalah karena sel-sel kanker adalah sel-sel dengan populasi yang hererogen. Masing masing sel kanker memiliki kepekaan terhadap terapi masing-masing.

PEMBEDAHAN

Pembedahan dapat dikatakan sebagai terapi utama dalam penanganan kanker solid. Dengan pembedahan maka keseluruhan populasi kanker ditempat yang dioperasi akan diangkat atau dibuang. Pada semua level kanker (T,N,M) dapat dilakukan tindakan pembedahan. Pembedahan memiliki tujuan kuratif atau paliatif. Namun tidak semua keadaan kanker dapat dilakukan tindakan pembedahan. Pembedahan sendiri juga memiliki kelemahan yaitu rekurensi tumor karena tidak semua tepi dapat dieksisi dengan benar. Oleh sebab itu pembedahan sendiri harus dibarengi dengan modalitas terapi lainnya, khususnya pada kanker yang diperkirakan telah mengalami metastase.

RADIOTERAPI

Pemberian radioterapi dapat ditujukan sebagai bagian dari terapi primer atau menjadi bagian dari terapi tambahan terhadap pembedahan atau kemoterapi. Sayang sekali tidak semua kanker sensitif terhadap radioterapi. Radioterapi akan sangat baik pada tumor-tumor yang sensitif terhadap radiasi. Radioterapi digunakan dalam dosis yang terbatas dan tempat yang terbatas. Tidak mungkin melakukan radioterpi pada seluruh bagian tubuh. Efek radioterapi terhadap tumor memerlukan waktu, tidak dalam waktu semalam dan itu akan berlanjut sampai tahunan.

KEMOTERAPI

Modalitas terapi ini menggunakan obat-obat antikanker yang bersifat cytotoxic. Kemoterapi diberikan pada tumor-tumor yang sensitif terhadap kemoterapi. Pemberian kemoterapi dapat dilakukan sebelum atau sesudah terapi pembedahan. Pembedahan bersifat lokal dan regional kontrol, tetapi kemoterapi bersifat sistemik. Pemebrian obat ini harus melalui infus dan masuk RS. Kemoterapi memiliki respon yang cepat dan dalam waktu yang singkat dapat dilihat responnya.

drug

TERAPI HORMONAL

Pemberian hormonal terapi ditujukan pada kanker-kanker yang bertumbuh oleh karena ransangan hormonal. Pemberian obat ini dapat efektif bila tumor tersebut memiliki reseptor hormonal yang baik. Penggunaan terapi ini cukup baik pada kanker payudara dengan cara memblok atau menurunkan produksi hormon estrogen dan progesteron. Hormonal terapi bekerja pada sel kanker dengan respon terapi yang cukup lama berbeda dengan pemberian kemoterapi.

BIOLOGICAL THERAPY

Terapi kanker melalui manipulasi faktor mekanisme pertahanan tubuh secara natural yang berefek sebagai antitumor. Biological therapy merangsang, menggunakan atau memodifikasi immune sistim tubuh untuk mengenali dan menghancurkan sel kanker secara efektif. Terapi ini menjadi penting untuk pengobatan kanker, bersama-sama dengan pembedahan, radioterapi, maupun kemoterapi. Penggunaan terapi ini tidak seluas penggunaan modalitas terapi lainnya, sebab produksi obat ini dan penyakit yang diterapi terbatas. Terapi jenis ini masih dalam proses pengembangan dengan harga yang cukup mahal.

0