Benarkah Penggunaan Masker Sekali Pakai dapat Menyebabkan Kanker?

Belum lama ini, terdapat suatu postingan yang meresahkan banyak orang. Postingan yang diunggah oleh Guy Crittenden melalui Facebook pada 2020 akhir kemarin dimulai dengan kata-kata yang cukup memprovokasi, “THAT MASK IS GIVING YOU LUNG CANCER” atau dalam Bahasa Indonesia, “MASKER TERSEBUT MEMBERIKANMU KANKER PARU”. Kelanjutan tulisan tersebut menyatakan beberapa klaim termasuk bahwa “deprivasi atau kekurangan oksigen yang dialami anak-anak karena pemakaian masker sepanjang hari dapat menyebabkan kerusakan otak dan juga kanker”, “masker bedah sekali pakai disterilisasi dengan bahan kimia etilen oksida – zat yang telah dikenal sebagai karsinogen”, serta “masker bedah dibuat menggunakan bahan PTFE yang merupakan karsinogen”.1,2

Sebagai respons terhadap postingan ini dan juga ratusan postingan lainnya terkait bahaya penggunaan masker, sebuah tim yang terdiri dari ilmuwan kesehatan dan pencegah infeksi global yang tergabung dalam Meedan Digital Health Labmenyatakan, “Klaim bahwa penggunaan jangka panjang dari masker dapat menyebabkan kanker, defisiensi oksigen, rasa pusing, ataupun permasalahan kesehatan lainnya tidak didukung oleh dasar-dasar ilmiah.” Berikut adalah pembahasan dari kebenaran ilmiah di balik klaim-klaim tak berdasar tersebut.3

  • Deprivasi Oksigen karena Penggunaan Masker dapat Menyebabkan Kanker

Beberapa postingan lain memberikan rasionalisasi kepercayaan masyarakat terhadap teori ini, salah satunya berbunyi, “Penyebab utama kanker adalah kekurangan oksigen yang menyebabkan keadaan asam di tubuh manusia. Segala jenis kanker memiliki dua kondisi dasar yang perlu dipenuhi, asidosis dan hipoksia (kekurangan oksigen: masker). Jaringan kanker bersifat asam, sementara jaringan yang sehat bersifat basa. Deprivasi jaringan dari 35% dari oksigen yang diperlukan untuk 48 jam dan jaringan tersebut akan menjadi keganasan.”4

British Lung Foundation sendiri sudah mengkonfirmasi bahwa penggunaan masker tidak akan mengurangi suplai oksigen maupun menyebabkan penumpukan karbon dioksida.5 Hal ini didukung oleh para ahli di Meedan Digital Health Lab yang menyatakan bahwa oksigen dan karbon dioksida berukuran kecil sehingga pertukaran dari keduanya tidak dipengaruhi oleh penggunaan masker. Lab tersebut juga menyatakan bahwa informasi yang tidak benar ini kebanyakan bersirkulasi di media sosial kalangan yang anti-masker.3 Risiko dari hiperkapnia (penumpukan karbon dioksida dalam darah) dari penggunaan masker ditemukan sangatlah minimal oleh beberapa organisasi kesehatan seperti American Lung Association, University of Maryland Medical System, Ohio State University Wexner Medical System, dan Mayo Clinic Health System.6,7,8,9

 

  • Etilen Oksida untuk Sterilisasi Masker Bedah dapat Menyebabkan Kanker

Berdasarkan World Health Organization, etilen oksida merupakan neurotoksin (racun yang menyerang sistem saraf) yang poten dan karsinogen, dapat menyebabkan kelainan reproduksi, serta memiliki potensi menyebabkan alergi.10 Menurut National Cancer Institute, beberapa kanker yang seringkali diasosiasikan dengan etilen oksida, yaitu limfoma, leukemia, kanker lambung, dan kanker payudara.11

Pada saat yang sama, Food and Drug Administration Amerika Serikat menyatakan etilen oksida sebagai sebuah alat sterilisasi yang penting dan sering digunakan pabrik untuk mengamankan peralatan medis. Etilen oksida terkadang merupakan satu-satunya metode sterilisasi bagi peralatan yang tidak dapat melalui proses sterilisasi lain.1

Akan tetapi, kebanyakan sterilisasi tersebut dilakukan untuk peralatan yang ada di rumah sakit seperti perlengkapan pembedahan dan APD (alat pelindung diri), tidak termasuk masker seperti yang biasa digunakan. Selain itu, terdapat regulasi terkait sterilisasi terutama yang memiliki risiko yang cukup serius seperti etilen oksida untuk memastikan bahwa residu atau sisa bahan steril tersebut masih dalam level yang aman.1,2

 

  • PTFE yang Digunakan dalam Pembuatan Masker Bedah dapat Menyebabkan Kanker

Crittenden membuat klaim lainnya, yaitu masker bedah sekali pakai mengandung PTFE (politetrafluoroetilena), lebih sering dikenal sebagai Teflon.1 Klaim serupa dibuat oleh selebritas terkenal Kourtney Kardashian yang menyatakan bahwa PTFE, “karsinogen yang dibuat dari fluorida sintetis”, pada masker dapat meningkatkan risiko dari beberapa jenis kanker, penyakit tiroid, komplikasi kehamilan, dan menyebabkan gejala seperti flu setelah pemakaian jangka panjang.12,13 Postingan tersebut menyatakan Cancer.org, halaman web American Cancer Society sebagai sumbernya.12

Meski begitu, artikel-artikel yang diterbitkan American Cancer Society tidak ada yang menyatakan bahwa PTFE menyebabkan kanker seperti klaim selebritas tersebut, bahkan satu-satunya artikel di halaman web tersebut yang menyebutkan PTFE mengatakan bahwa, “Potensi teflon maupun pelapis anti-lengkat lainnya dalam menyebabkan kanker bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan.”14

Walaupun PTFE sering digunakan pada beberapa masker yang dapat digunakan kembali dan dapat mengandung filter, tidak terdapat cukup bukti bahwa paparan PTFE dapat mengakibatkan permasalahan kesehatan.12 Selain itu, masker bedah dan masker N95 lebih sering menggunakan material lain yang disebut polipropilena yang terbukti aman untuk dipakai.1,12

PTFE memang ditemukan dapat menyebabkan batuk-batuk dan gejala seperti flu melalui polymer fume fever, sebuah penyakit yang cukup langka yang disebabkan karena pemanasan berlebihan dari material tersebut, sampai sekitar 260°C. Tentunya suhu setinggi itu tidak mudah didapat, secara hipotesis efek tersebut hanya bisa didapat apabila seorang individu menghirup asap dari masker yang dibakar.15

 

Setelah tahu seluruh faktanya, klaim-klaim tersebut tentunya terdengar sangat di luar nalar. Para ahli masih sepakat bahwa penggunaan masker merupakan salah satu cara terbaik untuk mencegah penyebaran penyakit COVID-19, penggunaan jangka panjang oleh sekian banyak tenaga kesehatan di dunia juga menunjukkan bahwa belum ditemukan efek samping penggunaan masker terhadap kesehatan. Oleh karena itu, tetaplah menggunakan masker, cuci tangan secara rutin, dan tetaplah lakukan social distancing agar terhindar dari COVID-19.

 

REFERENSI:

  1. Sharma R. Why we know face masks don’t cause lung cancer, despite what you’ve seen on Facebook [Internet]. inews.co.uk. 2020 [cited 13 January 2021]. Available from: https://inews.co.uk/news/health/face-masks-lung-cancer-cause-conspiracy-theory-facebook-explained-739328
  2. Patkin A. Fact check: Masks won’t give you lung cancer; some masks do include chemicals [Internet]. Usatoday.com. 2020 [cited 13 January 2021]. Available from: https://www.usatoday.com/story/news/factcheck/2020/11/11/fact-check-masks-dont-lead-lung-cancer-but-some-include-chemicals/6176080002/
  3. Does wearing a face mask put you at higher risk of cancer? [Internet]. LearnAboutCovid-19 Health Desk. 2021 [cited 13 January 2021]. Available from: https://learnaboutcovid19.org/questions/does-wearing-a-face-mask-put-you-at-higher-risk-of-cancer/
  4. Staff R. Fact check: Wearing masks does not cause cancer [Internet]. U.S. 2020 [cited 13 January 2021]. Available from: https://www.reuters.com/article/uk-factcheck-masks-cause-cancer-idUSKBN26Q22N
  5. Should I wear a face covering? – British Lung Foundation [Internet]. British Lung Foundation. 2021 [cited 13 January 2021]. Available from: https://www.blf.org.uk/support-for-you/coronavirus/what-should-people-with-a-lung-condition-do-now/face-coverings
  6. Hill D. From the Frontlines: The Truth About Masks and COVID-19 [Internet]. American Lung Association. 2020 [cited 13 January 2021]. Available from: https://www.lung.org/blog/covid-masks
  7. Wearing a Mask: Myths and Facts [Internet]. University of Maryland Medical System. 2020 [cited 13 January 2021]. Available from: https://www.umms.org/coronavirus/what-to-know/masks/wearing-mask
  8. Parsons J. Do masks cause lower oxygen levels? [Internet]. Wexnermedical.osu.edu. 2020 [cited 13 January 2021]. Available from: https://wexnermedical.osu.edu/blog/masks-oxygen-levels
  9. Frodl K. Debunked myths about face masks [Internet]. Mayo Clinic Health System. 2020 [cited 13 January 2021]. Available from: https://www.mayoclinichealthsystem.org/hometown-health/speaking-of-health/debunked-myths-about-face-masks
  10. Sterilizing Units, Ethylene Oxide[Internet]. World Health Organization. 2012 [cited 13 January 2021]. Available from: https://www.who.int/medical_devices/innovation/hospt_equip_31.pdf
  11. Ethylene Oxide – Cancer-Causing Substances [Internet]. National Cancer Institute. 2018 [cited 13 January 2021]. Available from: https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/substances/ethylene-oxide
  12. Sangster A. No, Masks Do Not Cause Cancer [Internet]. Moffitt Cancer Center. 2020 [cited 13 January 2021]. Available from: https://moffitt.org/endeavor/archive/no-masks-do-not-cause-cancer/
  13. Petter O. Kourtney Kardashian criticised for sharing conspiracy theory that blue masks cause cancer [Internet]. The Independent. 2020 [cited 13 January 2021]. Available from: https://www.independent.co.uk/life-style/kourtney-kardashian-blue-masks-cancer-conspiracy-theory-b1582157.html
  14. Perfluorooctanoic Acid (PFOA), Teflon, and Related Chemicals [Internet]. American Cancer Society. 2020 [cited 13 January 2021]. Available from: https://www.cancer.org/cancer/cancer-causes/teflon-and-perfluorooctanoic-acid-pfoa.html
  15. Shimizu T, Hamada O, Sasaki A, Ikeda M. Polymer fume fever. Case Reports. 2012;2012(dec09 1):bcr2012007790-bcr2012007790.