Selama ini Salmonella dikenal sebagai sekelompok bakteri yang menyebabkan infeksi, seperti diare, demam, dan sakit perut. Biasanya bakteri Salmonella bisa masuk ke tubuh manusia melalui makanan yang sudah tak layak di makan, makanan mentah ataupun makanan yang tidak dimasak.

Sebuah penelitian baru ternyata mengungkap fungsi lain Salmonella. Bahkan juga bisa dianggap sebagai titik balik bagi sejarah Salmonella. Bakteri Salmonella yang dimodifikasi secara genetik ternyata bisa digunakan untuk membunuh sel-sel kanker. Hal ini diungkapkan oleh sebuah penelitian yang diterbitkan dalam mBIO.

Salah satu peneliti, Roy Curtiss, mengatakan, rekayasa genetika mikroba telah lama dilirik untuk menghancurkan sel-sel dalam tumor.

Penelitian sebelumnya pun telah menunjukkan bahwa jenis Salmonella tertentu, seperti Salmonella enterica, membunuh sel-sel kanker dan menghancurkan tumor. Namun para peneliti masih mencoba untuk mencari tahu bagaimana memanfaatkan sifat anti-kanker Salmonella, tanpa menyebabkan infeksi pada manusia.

Meski infeksi Salmonella sering sembuh dengan sendirinya, dalam kasus yang ekstrem Salmonella dapat menyebabkan sepsis atau kematian. Untuk menghindari hal ini penelitian selanjutnya sangat diperlukan.

Para peneliti dari penelitian tersebut baru mencoba untuk melakukan hal ini melalui rekayasa genetika bakteri. Mereka mengubah struktur lipopolisakarida (LPS), yang menginduksi sepsis, agar bakteri menjadi tidak berbahaya

Setelah menghapus gen LPS, para peneliti kemudian bereksperimen dengan memodifikasi Salmonella. Mereka menemukan bahwa temuannya efektif dalam membunuh sel-sel kanker manusia dan mengikis tumor pada tikus. Namun, jenis Salmonella tertentu tidak efektif menghancurkan tumor dalam jumlah banyak.

Dengan demikian, para peneliti melakukan rekayasa genetik sekali lagi, berharap untuk menginduksi “promotor arabinosa.” Setelah terjadi perubahan, kemungkinan nanti jenis Salmonella tersebut yang bisa mengobati kanker dengan memasukannya ke dalam tubuh tikus yang menderita tumor tanpa menyakiti sel sehat tikus.

Salmonella tersebut akan mampu menjajah tumor dan akan masuk ke sel-sel kanker dan mengubah racun. Dalam sel normal, Salmonella biasanya membutuhkan waktu yang sangat lama untuk membelah diri, tapi dalam sel-sel kanker, ia membelah setiap jam.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan tingkat keberhasilan dari teknik ini. Para peneliti berharap bahwa hasil penelitian ini bisa dimanfaatkan dalam pengobatan kanker bersama dengan kemoterapi dan terapi radiasi.

sumber: www.news-medical net

0