Permasalahan obesitas semakin meningkat prevalensinya di Indonesia, dan menimbulkan permasalahan baru di negeri ini. Obesitas adalah ketidakseimbangan antara proporsi tinggi dan lemak tubuh seseorang. Untuk mengukur obesitas digunakan skala Body Mass Index (BMI) dimana dikatakan kegemukan pada skala >23, obesitas I >25, dan obesitas II >30.

Seperti yang kita ketahui bahwa penyakit kanker disebabkan oleh banyak faktor, seperti gaya hidup yang tidak sehat, makanan tidak sehat, merokok, genetik, dan obesitas. Sekarang kita akan membahas, bagaimana obesitas dapat menyebabkan kanker ?

Kelebihan lemak di dalam tubuh akan memberikan dampak yang buruk yaitu dengan memproduksi hormon dan faktor pertumbuhan yang mempengaruhi sel dalam bekerja. Beberapa mekanisme dari hormon sehingga dapat meningkatkan risiko kanker yaitu

  1. Jaringan lemak memproduksi estrogen dalam jumlah yang banyak, tingginya estrogen ini berhubungan dengan risiko kanker payudara, kanker endometrium, dan beberapa kanker lainnya.
  2. Pada orang obesitas sering memiliki insulin dan Insulin-like growth factor-1 (IGF-1) di dalam darah dalam jumlah yang tinggi, dimana hal ini akan memicu tumor.
  3. Sel lemak akan memproduksi hormon, yang disebut adipokine, yang akan menstimulasi atau menghambat pertumbuhan sel. Contohnya leptin, yang jumlahnya meningkat pada orang obesitas, dan memiliki fungsi untuk memicu pertumbuhan sel. Sedangkan adiponektin yang memiliki efek anti pertumbuhan sel, jumlahnya menurun pada obesitas
  4. Orang obesitas sering memiliki inflamasi yang kronis, yang berhubungan dengan peningkatan risiko kanker

Menurut cancer research UK, sejumlah kanker yang dapat disebabkan oleh obesitas yaitu meningioma (salah satu tipe kanker otak), kanker tiroid, kanker esophagus, kanker payudara, kanker hati, kanker lambung bagian atas, kanker kantong empedu, kanker pankeas, kanker ginjal, kanker usus, kanker ovarium, kanker rahim, dan myeloma (salah satu tipe kanker darah)

Semoga bermanfaat

Sumber :

www.cancerresearchuk.org

www.cancer.gov

0