Fakta Kanker Kulit

Artikel Edisi Awal April 2019

STAFF PENELITIAN KOMPAK FK UNUD

Leukemia atau yang lebih dikenal sebagai kanker darah merupakan penyakit pada darah atau sumsum tulang yang ditandai oleh perbanyakan secara tidak normal atau transformasi menjadi ganas dari sel-sel pembentuk darah di sumsum tulang dan jaringan limfoid. Leukemia umumnya terjadi pada leukosit (sel darah putih). Terdapat beberapa jenis leukemia yaitu (Ugrahsena, 2012):

  1. Leukemia myeloid akut

Leukemia myeloid akut merupakan leukemia yang cepat prosesnya serta melibatkan sel darah putih myelosit. Penderita akan merasakan sakit dalam waktu cepat dan sering terjadi pada anak dan dewasa.

  1. Leukemia Limfoblastik Akut (ALL)

Leukemia limfoblastik akut merupakan leukemia yang cepat prosesnya dan melibatkan sel darah limfosit. Penderita akan merasakan sakit dalam waktu cepat dan sering terjadi pada anak-anak. Leukemia jenis ini dibagi menjadi 3 tipe yaitu, L1, L2 dan L3.

  1. Leukemia myeloid kronis

Leukemia myeloid kronis merupakan leukemia yang lambat prosesnya dan melibatkan sel darah putih limfosit. Pada tahap awal, penderita jarang merasakan gejala dari penyakit ini. Kondisi pasien akan memburuk secara perlahan dan gejala baru dirasakan setelah jangka waktu panjang. Leukemia myeloid kronis umumnya terjadi pada orang dewasa di atas 55 tahun.

  1. Leukemia Limfositik Kronis

Leukemia limfositik kronis memiliki perkembangan yang sama seperti leukemia myeloid kronis, yaitu gejala tidak dirasakan pada awal penyakit namun terus berkembang secara perlahan. Leukemia jenis ini melibatkan sel darah putih myelosit dan sering diderita oleh orang dewasa.

Saat ini, leukemia seringkali dianggap hanya terjadi pada anak. Persepsi ini mungkin muncul akibat dari jumlah insiden leukemia yang memang sangat tinggi pada anak. Pada penelitian yang dilakukan di 15 kabupaten di Indonesia, leukemia merupakan kanker penyebab kematian dengan insiden tertinggi pada anak usia 0-18 tahun yaitu 44,05%. Data dari Cancer Registry Malaysia juga menunjukkan bahwa penyebab kematian karena kanker pada anak adalah 48% leukemia (Sulistiowati, Lolong and Pangaribuan, 2016). Meskipun angka kejadiannya cukup tinggi pada populasi anak-anak, ternyata secara umum angka kejadian leukemia paling besar terjadi pada populasi dengan usia di atas 65 tahun (Cancer Research UK,2018). Prevalensi jenis leukemia juga berbeda berdasarkan umurnya, leukemia limfoblastik akut merupakan leukemia yang paling sering terjadi pada anak-anak. Sedangkan leukemia myeloid akut, leukemia limfositik kronis, dan leukemia myeloid kronis lebih sering terjadi pada populasi usia lanjut (Hodgson, 2016).

 

Oleh : Staff Penelitian Kompak FK Unud

 

DAFTAR PUSTAKA

Cancer Research UK. (2018). Leukaemia (all subtypes combined) incidence statistics. [online] Available at: https://www.cancerresearchuk.org/health-professional/cancer-statistics/statistics-by-cancer-type/leukaemia/incidence#heading-One [Accessed 15 Apr. 2019].

Hodgson, C. (2016). Blood Cancer in Canada Facts & Stats 2016. [online] Llscanada.org. Available at: https://www.llscanada.org/sites/default/files/National/CANADA/Pdf/InfoBooklets/Blood_Cancer_in_Canada_Facts_%26_Stats_2016.pdf [Accessed 15 Apr. 2019].

Sulistiowati, E., Lolong, D. B. and Pangaribuan, L. (2016) ‘Gambaran Penyebab Kematian Karena Kanker Di 15 Kabupaten / Kota , Indonesia Tahun 2011 ( Profiles the Causes of Cancer Deaths in 15 Districs / Municipalities , Indonesia Year 2011 )’, 2011(29).

Ugrahsena, I. (2012). Leukemia Pada Anak. [online] Available at: http://www.pdpersi.co.id/content/article.php?mid=&nid=712&catid=9 [Accessed 18 Apr. 2019].