Apakah Konsumsi Mie Instan dapat Menyebabkan Kanker?

Stres yang disebabkan dari isolasi sosial, ditambah dengan sulitnya keadaan ekonomi pada pandemik COVID-19 ini menyebabkan peningkatan keinginan akan makanan yang memberi perasaan nyaman dengan harga terjangkau, salah satu yang paling terkenal berupa mie instan. Adanya peningkatan ketertarikan terhadap mie instan, membuat  rumor lama mengenai efek makanan ini terhadap kesehatan muncul kembali.

Sebuah postingan dari tahun 2016 mengklaim bahwa mie instan mengandung lapisan lilin dan dengan begitu tidak lengket satu sama lain saat dimasak. Selain itu, akun tersebut juga menyatakan bahwa lapisan lilin tersebut dapat menyebabkan kanker. Klaim serupa sudah beredar di internet sejak tahun 2000 dan telah beberapa kali viral dan dibahas secara menyeluruh oleh berbagai media.1

Tidak terdapat bukti ataupun laporan bahwa lilin digunakan sebagai salah satu bahan pembuatan mie instan. Maruchan Ramen Noodles serta Nestlé sendiri telah mengeluarkan pernyataan bahwa berita tersebut sama sekali salah dan telah dibuktikan sendiri oleh beberapa pihak eksternal, termasuk ahli gizi, yang telah melakukan penyelidikan.1 Singapore Food Agency juga telah mengkonfimasi bahwa penampilan mengkilap dari mie tersebut tidak disebabkan oleh lapisan lilin.2

Alasan di balik tampilan tersebut, juga mengapa antara satu helai mie dengan yang lain tidak menempel, adalah proses pemotongan adonan mie, pengukusan, penggorengan dengan minyak goreng biasa, serta air-drying yang menggunakan temperatur tinggi untuk mengurangi kandungan air pada mie. Proses air-drying menyebabkan ekspansi dari permukaan mie tersebut yang memberikan efek glossy.1,2

Salah satu klaim lain yang sempat merisaukan masyarakat berkaitan dengan kandungan bahan dengan kode unik E621 yang dikenal secara luas sebagai monosodium glutamate (MSG) atau micin.2,3 MSG banyak ditemukan di processed food,terutama di Asia. US Food and Drug Administration telah mengeluarkan pernyataan bahwa MSG aman untuk dikonsumsi dan berbagai studi menemukan hampir tidak ada efek samping dari konsumsi MSG, terutama yang terkait dengan kanker.3 Chinese Restaurant Syndrome yang menunjuk pada sakit kepala dan gangguan sensoris yang diklaim terjadi karena konsumsi MSG telah terbukti sebagai hoaks besar. Keberadaan istilah lebih berkaitan dengan keadaan sosioekonomik dan diskriminasi dibandingkan dengan kebenaran ilmiah dari kondisi kesehatan.4

Della Rachmadia, seorang ahli gizi dari Prawijaya Women and Children’s Hospital, menyatakan bahwa mie instan dapat mengaktivasi sel kanker seperti processed food lainnya.3 Hal ini mungkin disebabkan karena tingginya kandungan sodium pada mie instan, dengan satu kemasan mengandung 1,76mg atau 88% dari rekomendasi harian oleh WHO. Diet yang tinggi garam telah menunjukkan hubungan dengan peningkatan risiko kanker lambung.5 Konsumsi sodium yang berlebihan juga dapat menyebabkan sindrom metabolik yang terkait dengan hipertensi, gula darah tinggi, lemak tubuh tinggi, level kolesterol yang tinggi, diabetes, dan berbagai penyakit jantung. Mie instan dapat memberikan efek yang berbahaya bagi orang-orang yang sudah diabetes atau memiliki tekanan darah tinggi, tetapi makanan tersebut tidak secara langsung mengakibatkan kanker, terutama tanpa faktor lainnya.2,3

Selain itu, kebanyakan mie instan kekurangan beberapa nutrisi utama yang diperlukan tubuh seperti protein, serat, vitamin A, vitamin C, vitamin B12, kalsium, magnesium, potassium, serta antioksidan. Senyawa-senyawa tersebut sangatlah penting dalam menjaga kondisi dan kesehatan tubuh. Mie instan juga mengandung lebih banyak kalori tanpa komponen nutrisi yang dimiliki makanan yang lebih sehat dan mengandung protein, sayur-sayuran, dan karbohidrat kompleks.5

Meskipun mie instan tidak menyebabkan kanker, tidak berarti bahwa makanan tersebut termasuk sehat. Konsumsi berlebihan tentu akan memberikan efek negatif, seperti telah dipaparkan di atas. Oleh karena itu, usahakanlah untuk mengurangi konsumsi mie instan sebisa mungkin. Tidak apa-apa untuk mengonsumsinya setiap beberapa hari sekali, tetapi konsumsi harian tidak dianjurkan.

 

REFERENCE

  1. Sadeghi, M., 2020. Fact check: Instant noodles don’t contain wax coating or cause cancer. [online] USA Today. Available at: <https://www.usatoday.com/story/news/factcheck/2020/08/14/fact-check-instant-noodles-dont-contain-wax-coating-cause-cancer/3365779001/> [Accessed 12 February 2021].
  2. Ng, T., 2020. Myth debunked: Instant noodles do not contain a wax coating nor cause cancer. [online] AsiaOne. Available at: <https://www.asiaone.com/lifestyle/myth-debunked-instant-noodles-do-not-contain-wax-coating-nor-cause-cancer> [Accessed 12 February 2021].
  3. Methanisa, K., 2017. Will Eating Instant Noodles Every Single Day Give Me Cancer?. [online] Vice.com. Available at: <https://www.vice.com/en/article/j55vpp/will-eating-instant-noodles-every-single-day-give-me-cancer> [Accessed 12 February 2021].
  4. Yeung, J., 2020. MSG in Chinese food isn’t unhealthy — you’re just racist, activists say. [online] CNN. Available at: <https://edition.cnn.com/2020/01/18/asia/chinese-restaurant-syndrome-msg-intl-hnk-scli/index.html> [Accessed 12 February 2021].
  5. Kubala, J., 2018. Are Instant Ramen Noodles Bad for You, or Good?. [online] Healthline. Available at: <https://www.healthline.com/nutrition/ramen-noodles#msg> [Accessed 12 February 2021].